Editorial

Seperti Tak Punya Pemimpin, Seperti Tak Ada Negara

Ketika rakyat kecil sibuk mengais sisa-sisa gusuran, meratap di bawah timbunan longsoran, menatap sendu rumahnya yang hanyut kebanjiran, pasrah di tengah bencana alam, bencana ekonomi dan entah bencana apa lagi. Maka para petinggi berjibaku dengan wacana bail out century, kelanjutan koalisi partai, siapa bisa jadi menteri, siapa harus bertanggung jawab, debat soal kebebasan, debat soal UU pro demokrasi, debat soal kemajuan negeri, dan pamer data tentang kenaikan angka ekonomi.

Fiksi

Satu Hari Bersama Kimong

Alhamdulillah, akhirnya nyampe juga di mall. Kimong seneng banget. Apalagi waktu diajak naik eksalator [tahu kan? Tangga berjalan tapi nggak ada hubungannya ama berobat jalan]. Ia jingkrak-jingkrakkan. Eri geleng-geleng kepala ngeliat kelakuan keponakannya itu. Ah, senengnya jadi anak kecil nggak tahu permasalahan dunia. Nggak kayak gue udah banyak pikiran [ceilee sok tua lu, Ri!]. Mikirin ujian, pengajian, mikirin temen-temen, kadang-kadang ia mumet.

Konsultasi Surat

Selingkuh

Ada dua hal yang dilanggar. Pertama berzina. Berhubungan intim/seks dengan laki-laki yang tidak terikat perjanjian nikah. Kedua berzinanya dengan orang yang diharamkan untuk menikah. Karena salah satu keharaman laki-laki dalam menikah adalah ketika dia menggabungkan antara seorang perempuan dengan bibinya/tantenya. Persoalannya tidak selesai dengan anak ini dinikahkan.