Mencegah Pelecehan Seksual Pada Si Kecil

Setiap orang tua pasti merasa ngeri mendengar kasus pelecehan seksual pada anak-anak. Apalagi jika melihat pelakunya adalah orang-orang dari lingkungan terdekat; tetangga atau teman bermain si kecil. Bukan sekali dua kali kita mendengar bocah balita dinodai oleh anak-anak usia SD.

Dalam lingkungan yang kapitalis-liberalis ini, di mana rangsangan terhadap libido seksual masyarakat amat besar, pelecehan seksual kerap terjadi. Bisa menimpa wanita dewasa atau anak-anak, baik terhadap anak lelaki ataupun anak perempuan.

Keadaan ini juga diperparah dengan lemahnya perlindungan terhadap masyarakat. Aparat keamanan yang semestinya menjaga masyarakat justru jarang terlihat mengamankan masyarakat, khususnya di kawasan pemukiman termasuk di kampung-kampung. Menyebabkan masyarakat harus berswadaya menjaga keamanan diri mereka.

Dari lingkungan keluarga, lemahnya pengawasan orang tua kepada anak juga menjadi celah terjadinya pelecehan seksual pada anak. Orang tua yang sibuk dan melepaskan begitu saja anak-anak bermain adalah salah satu celahnya.

Perlu diingat pelecehan seksual juga bisa dilakukan teman sepermainan. Kadangkala niat anak-anak melakukan perbuatan itu terdorong perasaan iseng atau ingin tahu, atau bisa jadi karena terangsang oleh tayangan pornografi yang mereka lihat. Tentu saja mereka belum memahami dampak dari perbuatannya tersebut. Karenanya mengawasi anak saat bermain menjadi keharusan.

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan orang tua untuk mencegah terjadinya pelecehan seksual:

  • Berikan si kecil pakaian yang menutup auratnya, jangan berikan pakaian yang terlalu terbuka, apalagi sering keluar dengan tidak menutup aurat. Ini bisa menjadi rangsangan bagi tindakan pelecehan seksual.
  • Tanamkan rasa malu sejak dini dan ajarkan si kecil untuk tidak membuka baju di tempat terbuka, juga tidak buang air kecil selain di kamar mandi.
  • Ajarkan si kecil untuk menjaga aurat dan jangan biarkan ada orang lain – termasuk temannya – untuk menyentuhnya. Katakan juga padanya untuk bercerita pada Anda jika ada yang menyentuhnya.
  • Jaga si kecil dari tayangan pornografi baik film atau iklan.
  • Temani anak saat bermain bersama kawan-kawannya. Jika tidak memungkinkan maka teruslah memantau kondisi mereka secara berkala, misalnya setiap setengah jam. Memang ini melelahkan tapi ketimbang Anda menyesal kelak lebih baik ini dilakukan.
  • Ajarkan hukum dasar pergaulan islami bahwa anak perempuan hanya bermain dengan anak perempuan, dan anak lelaki dengan anak lelaki.
  • Bukan tindakan yang bijak jika Anda menyerahkan pengasuhan anak perempuan pada lawan jenisnya. Apalagi jika ia pria dewasa ataupun remaja. Sebaiknya titipkan si kecil pada pengasuh yang juga wanita, atau pada anggota keluarga.

Kehati-hatian kita insya Allah bisa memberikan rasa aman kepada si kecil. [januar]

Tags:
author

Author: