Gua Cantik! [bagian 2]

Hari Senin ini juga menyebalkan buat Ayuni. Kekesalan dirasakannya dua ratus kali lebih lagi! Kesal karena ditegur Bu Tari soal dandanannya. Untung Ayuni bisa menahan diri. Diam, sambil sok manggut-manggut nurut. Coba kalau enggak, bisa bernasib sama dengan Joan. Gitu pikir Ayuni. Eh, habis Bu Tari ternyata ada yang ikutan kasih nasihat.

Ketika Dita Dilarang Ngaji

Eh, nggak cukup itu, Ummi juga nyuruh Dita pakai jilbab di sekolah en di luar sekolah. Wah. Tapi Dita nuruuuut aja. Daripada harus masuk TPA mendingan masuk sekolah Islam aza deh. Yang sedih adalah waktu ia nekat mau pake tanktop warna pink hadiah ulang tahun ke-17 dari Peggi, sobatnya. Ummi marah besar. “Daripada dipake sama anak Ummi, mending Ummi gunting-gunting,” ultimatum Ummi. Dita cuma bisa pasang muka kecut denger ancaman itu.

Kereta Terakhir dari Jakarta

Ogi menghempaskan pantatnya di bangku kereta malam itu. Bahkan ia bisa selonjoran kaki. Maklum, namanya juga kereta terakhir, pasti hanya memuat orang seadanya. Boleh dibilang kosong melompong. Tentu saja itu sangat kontras bila dibandingkan dengan kereta yang berangkat pagi dan sore hari. Orang-orang rela berjubelan di gerbong. Bercampur keringkat puluhan penumpang lain.