Homeschooling [2]: Pendidikan yang Tidak Membebani
Sesungguhnya semua yang dilakukan oleh para orang tua ini adalah pilihan terbaik mereka. Semoga mereka mendapat pahala atas semua usahanya. Namun siapapun mata dapat melihat Bung! Bahwa biaya yang dikeluarkan dengan susah payah, dengan cucuran keringat dan air mata, tidak sebanding dengan harapan.
Belajar Jatuh Cinta Lagi
Di awal pernikahan kita menjadi begitu bergairah dan selalu hangat karena memang itulah momen awal kebersamaan kita dengan pasangan. Grafik hubungan kita dengan si dia meningkat. Ternyata si dia itu romantis, lembut, penuh perhatian. Begitupula ketika bersentuhan dengannya adalah hal yang sama sekali baru. Di awal pernikahan, rata-rata semua mengatakan, adalah sensasi yang memesonakan.
Tegang Nih Yee…
Nggak ada yang berani mendekat karena si bapak tadi kemudian mengacungkan sebilah pisau belati yang ia ambil dari balik jaketnya. Suasana makin tegang. Ogi sendiri tetap dalam kondisi leher hampir tercekik. Ogi meronta sebisanya. Tapi rasanya tuh cengkeraman tangan kekar si bapak makin kuat menekan. Sia-sia usaha Ogi.
Homeschooling [1]: Terpadu (Terpaksa Pake Duit)
Bulan-bulan ke depan adalah masa gundah para ibu yang mulai memasukkan anaknya ke sekolah. Sekolah-sekolah baik negeri maupun swasta tidak jauh berbeda, dalam biaya. Apalagi sekolah swasta yang sudah punya nama. Nggak tanggung-tanggung memasang promosi dengan sederetan biaya.
Pendidikan yang Tidak Membebani Anak
Pada anak otak dan inderanya masih tumbuh. Yang diperlukan anak adalah menstimulai pertumbuhannya dan memasukkan banyak informasi. Tetapi anak tidak dipaksa untuk mengkaitkan/ mengikat komponen tadi. Makanya pada anak-anak usia dini, proses belajarnya dengan bermain. Maksudnya ini dalam rangka menstimulai otak dan indra saja.
The Untouchable; Yang Tak Bisa Disentuh [2]
Di masa pemerintahan Amirul Muminin Umar bin Khaththab, sistem hukum Islam terus membuktikan tidak adanya Untouchable (orang-orang yang tidak tersentuh hukum) dalam Islam. Keadilan untuk semua baik untuk muslim maupun non muslim, baik rakyat jelata maupun untuk pejabat. Bahkan polah anak pejabat bisa menyeret sang bapak yang pejabat yang juga seorang pahlawan pembebas.
