Tragedi Ramadhan Fair

Nggak terasa waktu begitu cepat berlalu. Persiapan demi persiapan terus dilakukan panitia. Ogi makin sibuk aja. Mulai dari kontrol pembicara untuk acara puncak, ya, sekadar untuk memastikan kehadiran sampe koordinasi dengan berbagai divisi dilakukan Ogi. Maklum, kadang suka ada aja pembicara yang udah bilang siap, eh, pas hari “H”-nya suka berhalangan.

Tegang Nih Yee…

Nggak ada yang berani mendekat karena si bapak tadi kemudian mengacungkan sebilah pisau belati yang ia ambil dari balik jaketnya. Suasana makin tegang. Ogi sendiri tetap dalam kondisi leher hampir tercekik. Ogi meronta sebisanya. Tapi rasanya tuh cengkeraman tangan kekar si bapak makin kuat menekan. Sia-sia usaha Ogi.