Posts tagged with ‘pejabat’

“Kasus Tabrakan Mobil Anak Pejabat”
Pernik, Reportase

“Kasus Tabrakan Mobil Anak Pejabat”

Tulisan Rani Anjar Putri dalam melaporkan hasil Diskusi Aktual sudah cukup bagus. Hanya saja permasalahan utama masih pada penulisan ejaan dan kesalahan ketik yang jumlahnya masih sangat banyak. Terus berlatih menulis agar hasilkan tulisan yang tidak saja enak dibaca, tetapi juga secara teknis memenuhi standar penulisan yang baku.
Tak Mau Jadi Pejabat
Kisah Teladan, Pernik

Tak Mau Jadi Pejabat

Sering kita lihat seseorang (dan keluarganya) yang melonjak-lonjak ketika mendapat berita bahwa dirinya akan menjabat suatu jabatan pemerintahan. Padahal jabatan adalah amanah. Dan amanah harus dijaga agar tak dikhianati. Salah satu cara untuk mencegah pejabat berkhianat adalah dengan menguatkan keimanan para calon pejabat. Sebelum menjabat, seorang pejabat (khususnya pejabat yang terkait uang) harus diingatkan bahwa Allah SWT akan membalas setiap pengkhianatan.
Sita Kekayaan tak Wajar Semua Pejabat
Kisah Teladan, Pernik

Sita Kekayaan tak Wajar Semua Pejabat

Lihatlah bagaimana keketatan Umar bin Khaththab memeriksa kekayaan Abu Hurairah ra seorang sahabat nabi yang diangkatnya sebagai Gubernur Bahrain. Kekayaan yang sebenarnya halal, namun karena posisinya sebagai pejabat, Umar bin Khaththab melarang para pejabatnya melakukan kegiatan lain selain mereka mencurahkan segenap perhatian dan tenaganya untuk menunaikan tugas pekerjaan yang dipercayakan kepadanya.
“Markus Sudah Ada Sejak Dulu”
Wawancara

“Markus Sudah Ada Sejak Dulu”

Kepercayaan rakyat terhadap Kejaksaan dan Polri yang selama ini sudah melemah mulai mendekati titik nadirnya. Dan siap-siap saja KPK kehilangan kepercayaan rakyat jika kasus Century dipetieskan. Yang jelas istilah Makelar Kasus alias Markus minggu ini mengemuka. Nah bagaimana Islam memandangnya? Wartawan MediaIslamNet, Den Baguse berhasil mewawancari Ust Umar Abdullah, penulis buku Kapitalisme "The Satanic Ideology". Berikut petikannya.
Ada Anj..g di Gedung DPR
Editorial

Ada Anj..g di Gedung DPR

Tapi yang bukan omong kosong dan terbukti jelas bahwa demokrasi hanya menurunkan derajat manusia ke derajat binatang. Kalau di zaman Orde Lama demokrasi melahirkan politisi-politisi ”sekelas kambing”. Maka di Era Reformasi ini demokrasi lebih parah lagi, melahirkan politisi-politisi ”sekelas anj..g”.