Sejarah Singkat Perayaan Maulid Nabi
memanfaatkan peringatan Maulid Nabi sebagai moment untuk mengadakan kajian dan ceramah-ceramah di berbagai penjuru dunia Islam dengan maksud mengingatkan kaum muslimin terhadap sirah Rasulullah saw, mengingatkan mereka kepada agama dan sejarah mereka, serta warisan mereka yang agung. Untuk hal-hal semacam inilah para ulama bersepakat mengadakan peringatan Maulid Nabi hukumnya mubah alias boleh.
The Untouchable; Yang Tak Bisa Disentuh [2]
Di masa pemerintahan Amirul Muminin Umar bin Khaththab, sistem hukum Islam terus membuktikan tidak adanya Untouchable (orang-orang yang tidak tersentuh hukum) dalam Islam. Keadilan untuk semua baik untuk muslim maupun non muslim, baik rakyat jelata maupun untuk pejabat. Bahkan polah anak pejabat bisa menyeret sang bapak yang pejabat yang juga seorang pahlawan pembebas.
The Untouchable; Yang tak Bisa Disentuh [1]
Di masyarakat kapitalistik kita sering kita lihat bagaimana uang menyebabkan para konglomerat kelas kakap nyaris tak tersentuh hukum. Lihat saja kasus suap-menyuap jaksa, yang terjerat hanya jaksa dan makelar penyuapnya. Sementara si konglomerat yang menyuap kabur entah kemana.
Bukan Karena tidak Bisa Mendapatkan Makanan yang Enak
Umar pun berkata, Demi Tuhan yang nyawaku berada di tangan-Nya, seandainya kebaikan-kebaikanku tidak berkurang niscaya aku telah menyertai kalian dalam kehidupan kalian yang enak dan andaikata aku menghendaki tentunya aku yang paling baik makanannya daripada kalian, dan paling sejahtera hidupnya, dan aku lebih mengetahui tentang makanan yang baik daripada pemakan-pemakannya sendiri.
Doa Kalian, Itulah yang Kuharapkan
Umar sang kepala negara itu mengomentari laporan kafilah tersebut, Bagi yang takut kepadaku, seandainya ia memperlakukan Umar dengan baik tidaklah perlu Umar ditakuti. Harta benda yang memenuhi kapal-kapal, maka itu adalah untuk Baitul Mal (Kas Negara) Kaum Muslimin. Adapun doa yang kalian dengar dari orang-orang, itulah yang kuharapkan.
Kenyangkan Rakyatmu dengan Makanan Kaum Elit
Umar segera menutup kembali wadah kue itu baik-baik dan berkata kepada utusan itu, Dimana untamu? Ambilah kue itu dan kembalikan ke Utbah serta katakan kepadanya, Umar berkata kepadamu: Takutlah engkau kepada Allah dan kenyangkalah orang-orang muslim dengan makanan yang membuat engkau kenyang.
