Pelajaran Indah dari Kisah Ashhaabul Ukhduud [01]
Siapakah Ashhaabul Ukhduud itu? Bagaimana kisah mereka sedemikian dahsyatnya hingga Allah mengabadikannya dalam al-Qur`an? Ya, tentu Allah telah menyiapkan banyak ibrah (pelajaran berharga) untuk kita, manusia yang hidup di abad ke-21 M ini, yang sering tertimpa ujian sehingga perlu sering-sering mendapat nasehat dari kisah-kisah orang terdahulu.
Mustafa Kemal Ataturk Sang Penjagal Khilafah [bagian 3]
Dan tanggal 3 Maret 1924 Mustafa Kemal pun memulai proses penjagalan Khilafah yang tanpa daya. Ia memanggil semua anggota Majelis Nasional untuk mengadakan pertemuan. Malam-malam sebelumnya, Mustafa Kemal berusaha membungkam suara penentangnya dengan mengancam dengan hukuman mati bagi para pengkritik pendapatnya. Mustafa Kemal mengusulkan pada Majelis Nasional proyek pembubaran khilafah yang dia sebut sebagai bisul sejak Abad Pertengahan untuk selamanya dan mendirikan negara Turki sekuler.
Negara Minim Sengketa
Umar berkata kepada Abu Bakar di hadapan para sahabatnya yang lain, Wahai Khalifah Abu Bakar, sudah lama aku memegang jabatan qadhi dalam khilafah ini namun tidak banyak orang yang mengadukan hal ihwalnya kepadaku. Karena itu sekarang aku mengajukan permohonan agar dibebaskan dari jabatan ini!
Mustafa Kemal Ataturk Sang Penjagal Khilafah [bagian 2]
Dalam buku-buku sejarah Indonesia yang ditulis oleh kaum sekuler, Gerakan Turki Muda ini disebut-sebut sebagai gerakan untuk mencapai perbaikan nasib menentang Sultan Abdul Hamid II yang mereka sebut sebagai Kaum Kolot. Gerakan Turki Muda ini dianggap sebagai pemicu pergerakan nasionalis sekuler di Indonesia.
Mustafa Kemal Ataturk Sang Penjagal Khilafah [bagian 1]
Terjagalnya Khilafah tanpa daya pada bulan 28 Rajab 1342 H bertepatan dengan 3 Maret 1924 M bukanlah terjadi dengan sekejap mata. Sebagaimana kebaikan yang perlu proses untuk terjadinya, keburukan pun demikian, membutuhkan proses. Mustafa Kemal Ataturk menjagal Khilafah juga bukan proses sekejap, perlu proses yang panjang.
Sejarah Supersingkat Manusia Pembawa Risalah Akhir Zaman
Ketika masa diutusnya Muhammad saw sebagai Rasulullah sudah dekat (sekitar umur 40 tahun), maka setiap kali beliau keluar ke tempat-tempat terbuka, jalan-jalan setapak, atau bukit-bukit di Makah, maka beliau tidak melewati bebatuan dan pepohonan, kecuali bebatuan dan pepohonan itu mengucapkan, Assalamu alaikum, wahai utusan Allah.
