Sita Kekayaan tak Wajar Semua Pejabat
Lihatlah bagaimana keketatan Umar bin Khaththab memeriksa kekayaan Abu Hurairah ra seorang sahabat nabi yang diangkatnya sebagai Gubernur Bahrain. Kekayaan yang sebenarnya halal, namun karena posisinya sebagai pejabat, Umar bin Khaththab melarang para pejabatnya melakukan kegiatan lain selain mereka mencurahkan segenap perhatian dan tenaganya untuk menunaikan tugas pekerjaan yang dipercayakan kepadanya.
Kisah Ashhabul Kahfi [03]
Tatkala salah seorang di antara para pemuda itu keluar dari gua menuju ke kota mencari makanan untuk kawan-kawannya, ia menyamar dengan tidak melalui jalan-jalan umum. Ia tercengang ketika melihat beberapa bangunan kota yang tidak pernah dikenalnya. Begitu pula ketika bertemu dan berpapasan dengan orang-orang yang tidak pernah dikenalnya.
Kisah Ashhabul Kahfi [02]
Bersama para pemuda tersebut berhijrah meninggalkan kaumnya ikut juga seekor anjing. Anjing yang menjadi sahabat para pemuda ashhabul Kahfi itu menjadi penjaga di muka pintu gua dengan menjulurkan kedua lengannya, sebagaimana biasanya anjing-anjing berbuat di muka pintu rumah majikannya. Syuaib al-Jibai mengatakan bahwa anjing tersebut dinamakan Himr.
Kisah Ashhabul Kahfi [01]
Para pemuda ini melihat kaumnya menyembah berhala dan patung-patung sebagai tuhan-tuhan mereka dan menyediakan binatang-binatang sembelihan bagi tuhan-tuhan itu di hari-hari besar mereka sebagai korban. Mereka merasa tidak patut patung-patung dan arca-arca itu dianggap sebagai tuhan, disujudi, disembah dan disembelihkan binatang-binatang korban atas namanya.
Pelajaran Indah dari Kisah Ashhaabul Ukhduud [03]
Pada masa pemerintahan Amirul Muminin Umar bin Khaththab ra, seseorang dari Najran menggali salah satu bekas rumah di Najran untuk suatu keperluan. Ia mendapati Abdullah bin ats-Tsamir, pemuda yang syahid membela tauhid itu, berada di bawahnya dalam keadaan duduk sambil meletakkan tangannya di atas bekas luka di kepalanya. Jika tangannya dilepaskan dari lukanya tersebut, darah mengucur. Jika tangannya diletakkan di atasnya, darah pun berhenti.
Pelajaran Indah dari Kisah Ashhaabul Ukhduud [02]
Pemuda itu berkata, Kumpulkanlah orang-orang di suatu tempat dan gantunglah aku di sebuah pohon. Lalu tahanlah sebilah anak panah pada busurnya dan katakan Bismillaaahi rabbil ghulaam [Dengan nama Allah, Tuhan pemuda ini]. Lalu lepaskan anak panah itu. Jika engkau lakukan hal itu, maka engkau dapat membunuhku.
