Pada masa pemerintahan Amirul Muíminin Umar bin Khaththab ra, seseorang dari Najran menggali salah satu bekas rumah di Najran untuk suatu keperluan. Ia mendapati Abdullah bin ats-Tsamir, pemuda yang syahid membela tauhid itu, berada di bawahnya dalam keadaan duduk sambil meletakkan tangannya di atas bekas luka di kepalanya. Jika tangannya dilepaskan dari lukanya tersebut, darah mengucur. Jika tangannya diletakkan di atasnya, darah pun berhenti.Read More →