Dengan demikian bertambahlah kekayaan Qarun. Ia semakin sombong dan sewenang-wenang. Semakin besarlah kedurhakaannya terhadap Allah. Nabi Musa as yang mendengar semuanya semakin sedih hatinya dan sangat prihatin serta kecewa atas perilaku saudara sepupunya itu.Read More →

Tatkala salah seorang di antara para pemuda itu keluar dari gua menuju ke kota mencari makanan untuk kawan-kawannya, ia menyamar dengan tidak melalui jalan-jalan umum. Ia tercengang ketika melihat beberapa bangunan kota yang tidak pernah dikenalnya. Begitu pula ketika bertemu dan berpapasan dengan orang-orang yang tidak pernah dikenalnya.Read More →

Bersama para pemuda tersebut berhijrah meninggalkan kaumnya ikut juga seekor anjing. Anjing yang menjadi sahabat para pemuda ashhabul Kahfi itu menjadi penjaga di muka pintu gua dengan menjulurkan kedua lengannya, sebagaimana biasanya anjing-anjing berbuat di muka pintu rumah majikannya. Syu’aib al-Jiba’i mengatakan bahwa anjing tersebut dinamakan Himr.Read More →