Friday, 25 September 2020

MediaIslamNet

Portal Opini dan Solusi Islami

Kisah Ashhabul Kahfi [02]

Bersama para pemuda tersebut berhijrah meninggalkan kaumnya ikut juga seekor anjing. Anjing yang menjadi sahabat para pemuda ashhabul Kahfi itu menjadi penjaga di muka pintu gua dengan menjulurkan kedua lengannya, sebagaimana biasanya anjing-anjing berbuat di muka pintu rumah majikannya. Syu’aib al-Jiba’i mengatakan bahwa anjing tersebut dinamakan Himr.

Oleh Umar Abdullah

Setelah para pemuda Ashhaabul Kahfi itu menghilang dari kampung halamannya, raja memerintahkan untuk mencari jejak mereka dan memerintahkan untuk menangkap mereka.

Berkat lindungan Allah mereka tidak dapat ditemukan.

Ciri lokasi gua tempat Ashhaabul Kahfi bersembunyi adalah bila matahari terbit, maka sinarnya condong dari pintu gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari mendekati terbenam, maka sinarnya masuk ke dalam gua dari pintu gua sebelah kiri. Sehingga disimpulkan pintu atau celah gua itu menghadap ke utara.

Para pemuda penghuni gua itu berada dalam tempat yang masih luas yang memungkinkan badan mereka tidak terkena sengatan matahari. Itu semua adalah sebagian dari tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah SWT yang telah memberi ilham kepada pemuda-pemuda itu berlindung di dalam gua yang mendapat sinar matahari dan udara segar. Sehingga tubuh pemuda-pemuda itu tetap segar, walaupun mereka tertidur selama tiga ratus sembilan tahun atas kehendak Allah dan kekuasaan-Nya. Demikianlah barangsiapa mendapat petunjuk Allah, ia menjadi orang yang berhijrah. Sedang siapa yang disesatkan Allah, tidak seorang pun dapat menjadi petunjuknya.

Allah membolik-balikkan tubuh mereka ke kanan dan ke kiri. Tubuh para pemuda itu biasa berputar dari sisi kiri ke sisi kanan satu kali dalam satu tahun. Tentu saja jumlah bolak-balik mereka hanya Allah saja yang tahu.

Allah menutup telinga para pemuda Ashhabul Kahfi dengan menidurkan mereka, sedang mata mereka tetap terbuka, tidak dipejamkan, untuk memperoleh udara agar tidak bisa rusak. Karenanya Allah berfirman, “Dan kamu mengira bahwa mereka itu bangun, padahal mereka itu tidur.”

Bersama para pemuda tersebut berhijrah meninggalkan kaumnya ikut juga seekor anjing. Anjing yang menjadi sahabat para pemuda ashhabul Kahfi itu menjadi penjaga di muka pintu gua dengan menjulurkan kedua lengannya, sebagaimana biasanya anjing-anjing berbuat di muka pintu rumah majikannya. Syu’aib al-Jiba’i mengatakan bahwa anjing tersebut dinamakan Himr.

Anjing itu berada di luar gua menjaga di luar pintu seraya tertidur seperti majikan-majikannya, adalah supaya tidak menghalangi malaikat memasuki gua. Karena sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits, bahwa malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing.

Sesuai dengan hikmah kebijaksanaan Allah yang memberikan perlindungan-Nya kepada para pemuda yang tertidur di dalamnya, dan anjing yang galak yang menjulurkan lengannya di muka pintu, telah menjadikan gua itu demikian seram dan angker sehingga menimbulkan rasa takut bagi orang yang menyaksikan atau mendekatinya. Dengan demikian terhindarlah para pemuda yang saleh itu dari gangguan orang yang jahat dan tangan jahil sampai tiba saatnya Allah menentukan takdir-Nya membangunkan mereka dari tidurnya. (Bersambung ke Bagian 03)

You may have missed