Kenyangkan Rakyatmu dengan Makanan Kaum Elit
Umar segera menutup kembali wadah kue itu baik-baik dan berkata kepada utusan itu, Dimana untamu? Ambilah kue itu dan kembalikan ke Utbah serta katakan kepadanya, Umar berkata kepadamu: Takutlah engkau kepada Allah dan kenyangkalah orang-orang muslim dengan makanan yang membuat engkau kenyang.
[INFO] Workshop Penulisan Script Video Klip
MediaIslamNet mengadakan “Workshop Penulisan Script Video Klip dan Insert”, Jumat 12 Februari 2010. Jam 10.00-14.00 WIB (ada jeda shalat jumat). Tempat di Laladon Permai E3, Bogor. Biaya Rp 50.000 (umum), dan gratis bagi Kru MediaIslamNet. Jumlah peserta dibatasi maksimal 10 orang.
Berhutanglah Hanya Pada Allah
Seorang pejabat pemerintahan dari parpol Islam masih merasa gamang untuk melarang erotisme macam tari-tarian daerah, padahal ia sudah berkuasa. Logika bahwa jika sudah bertahta maka mudah beramar ma’ruf nahi mungkar, tak terbukti. Karena ia hanya sendirian, dan menjalankan sistem rusak pula. Jika sudah berkuasa tapi tak berdaya, lalu apa guna?
Surat Terakhir dari Ancone
Kota ini terlalu kecil bagiku untuk mendapatkan sepercik embun pada dahagaku, haus akan kebenaran. Minggu depan umurku genap delapan belas tahun, usia kebebasan yang bahkan orang tua pun tidak berhak melarang atau menyuruh apa pun pada anaknya. Lucu bila mengingat di negaramu sana umur tujuh belas tahun biasa dirayakan dengan meriah bagi mereka yang mengagungkan peradaban Barat dengan anggapan mereka sudah dewasa.
Perlukah Mendidik Anak Kreatif?
Proses kreatif adalah pelaksanaan secara praktis dengan tetap berpijak pada hukum syara yang telah ditetapokan. Sebagai contoh. Islam menetapkan bagi sebuah negara yang tegak di atas aqidah islam, dia harus mengerahkan kekuatan untuk meniadakan penghalang-penghalang fisik yang menghalangi dakwah Islam.
Caci Maki Ciri Demokrasi
Jadi jangan bicara etika, kalau ingin menegakkan demokrasi. Karena etika aslinya tidak ada dan ingin dihilangkan dalam berdemokrasi. Etika mulai dibuat dalam demokrasi, ketika demokrasi sudah menemukan korban-korbannya. Ketika orang-orang sudah mulai merasakan pedihnya hidup di alam demokrasi, mulailah mereka membuat ”etika” berdemokrasi. Sekedar untuk sedikit mengurangi perihnya berdemokrasi.
