Fiksi

Gua Cantik!
Fiksi

Gua Cantik!

”Ck, ah! Elo lebai deh! Elo tuh cuma harus lebih ati-ati kalau naruh apa-apa! Kalau perlu elo pasang alarm keplok-keplok di kacamata lo. Jadi, tiap elo lupa naruh, elo tinggal keplok-keplok, tepuk tangan. Alarm di kacamata lo kan entar respon tuh. Bunyi. Jadi lebih gampang tahu posisinya.”
Kereta Terakhir dari Jakarta
Fiksi

Kereta Terakhir dari Jakarta

Ogi menghempaskan pantatnya di bangku kereta malam itu. Bahkan ia bisa selonjoran kaki. Maklum, namanya juga kereta terakhir, pasti hanya memuat orang seadanya. Boleh dibilang kosong melompong. Tentu saja itu sangat kontras bila dibandingkan dengan kereta yang berangkat pagi dan sore hari. Orang-orang rela berjubelan di gerbong. Bercampur keringkat puluhan penumpang lain.
Sadarlah Do!
Fiksi

Sadarlah Do!

Di setiap sekolah, pas awal tahun ajaran baru, biasanya punya acara 'ritual’ yang hampir sama; OSPEK! Satu kata yang bikin bulu kuduk siswa-siswi baru pada berdiri, meski kamu jangan keterlaluan nuduh mereka jadi mirip landak. Habis, seperti yang sering diberitakan di koran, televisi dan radio, selalu aja ada kejadian yang bikin ospek itu kedengaran serem bin ganas.
Bunga-bunga Dakwah
Fiksi

Bunga-bunga Dakwah

Anak-anak rohis memang mulai dicurigai oleh pihak sekolah bahwa organisasi ini ditunggangi pihak lain. Beberapa orang guru mulai diterjunkan sebagai Tim Pencari Fakta untuk menyelidiki kasus ini. Ada isu kalo anak-anak rohis mulai berani mengkritik kebijakan sekolah yang hendak menetapkan wajibnya siswa memberi sumbangan untuk perpisahan kelas tiga karena dikendalikan organisasi di luar sekolah.
Grunge
Fiksi

Grunge

Sohibul kamar itu memang anak yang asyik abis. Baru kelas dua SMU dan nge-junkies. Maklum, tuntutan pergaulan. Kalo nggak gitu nggak nyetel ama temen-temen, man! Sebetulnya anak ini lumayan manis apalagi kalo tenggelam di kuah cendol atawa es doger. But, karena junkies display-nya jadi jorse alias jorok sekaleee. Kamarnya aja nggak bisa dibedakan ama Paddy’s Caf? yang katanya diledakkan Imam Samudera. Ancur, cur, cur, cur.
Martir Revolusi
Fiksi

Martir Revolusi

Usai munajat panjang para jamaah sholat, diumumkan akan ada masirah besar di Andijan. Diharapkan segenap masyarakat hadir dan mendukung tuntutan agar Karimov mundur dan mengakhiri rezim zalimnya. Tak diduga, sekitar 3000 lebih muslim berkumpul. Terlihat juga barisan muslimah yang ikut hadir dan mendukung masirah menuntut diakhirinya rezim tiran dan menawarkan syari’ah sebagai solusi.