Fiksi

Putus
Fiksi

Putus

“Kita harus berhenti. Harus berani berpisah. Aku sudah menjelaskan padamu semuanya. Tidak ada bedanya kalau sekarang harus memberikan penjelasan lagi,” kataku padanya di suatu sore. Waktu serasa lambat berputar. Aku dengannya di sebuah kafe.
Misteri Puisi Cinta Itu…
Fiksi

Misteri Puisi Cinta Itu…

“Pertama kali bayangmu jatuh tepat di fokus hatiku. Nyata, tegak, diperbesar dengan kekuatan lensa maksimum. Bagai tetes minyak milikan jatuh di ruang hampa. Cintaku lebih besar dari bilangan avogadro. Walau jarak kita bagai matahari dan Pluto saat aphelium. Amplitudo gelombang hatimu berinterfensi dengan hatiku. Seindah gerak harmonik sempurna tanpa gaya pemulih. Bagai kopel gaya dengan kecepatan angular yang tak terbatas"
Gua Cantik! [bagian 3]
Fiksi

Gua Cantik! [bagian 3]

Pangeran Tampan yang wajahnya mirip artis Indra Brugman mendengar keberadaan Putri Cantik. Seorang belahan jiwa segera terpampang di pelupuk matanya. Pangeran Tampan segera berkuda menuju dambaan jiwa. Setibanya di hadapan Putri Cantik, Pangeran Tampan segera mengutarakan isi hati.
Gua Cantik! [bagian 2]
Fiksi

Gua Cantik! [bagian 2]

Hari Senin ini juga menyebalkan buat Ayuni. Kekesalan dirasakannya dua ratus kali lebih lagi! Kesal karena ditegur Bu Tari soal dandanannya. Untung Ayuni bisa menahan diri. Diam, sambil sok manggut-manggut nurut. Coba kalau enggak, bisa bernasib sama dengan Joan. Gitu pikir Ayuni. Eh, habis Bu Tari ternyata ada yang ikutan kasih nasihat.
Ketika Dita Dilarang Ngaji
Fiksi

Ketika Dita Dilarang Ngaji

Eh, nggak cukup itu, Ummi juga nyuruh Dita pakai jilbab di sekolah en di luar sekolah. Wah. Tapi Dita nuruuuut aja. Daripada harus masuk TPA mendingan masuk sekolah Islam aza deh. Yang sedih adalah waktu ia nekat mau pake tanktop warna pink hadiah ulang tahun ke-17 dari Peggi, sobatnya. Ummi marah besar. “Daripada dipake sama anak Ummi, mending Ummi gunting-gunting,” ultimatum Ummi. Dita cuma bisa pasang muka kecut denger ancaman itu.