Pendidikan yang Tidak Membebani Anak
Pada anak otak dan inderanya masih tumbuh. Yang diperlukan anak adalah menstimulai pertumbuhannya dan memasukkan banyak informasi. Tetapi anak tidak dipaksa untuk mengkaitkan/ mengikat komponen tadi. Makanya pada anak-anak usia dini, proses belajarnya dengan bermain. Maksudnya ini dalam rangka menstimulai otak dan indra saja.
The Untouchable; Yang Tak Bisa Disentuh [2]
Di masa pemerintahan Amirul Muminin Umar bin Khaththab, sistem hukum Islam terus membuktikan tidak adanya Untouchable (orang-orang yang tidak tersentuh hukum) dalam Islam. Keadilan untuk semua baik untuk muslim maupun non muslim, baik rakyat jelata maupun untuk pejabat. Bahkan polah anak pejabat bisa menyeret sang bapak yang pejabat yang juga seorang pahlawan pembebas.
Rumah Idaman Keluarga
Rumah itu harus menjadi tempat yang dapat melindungi fisik manusia dari cuaca, bencana alam, polusi, kebakaran, dsb. Intinya rumah itu harus menjadi tempat yang benar-benar aman dan sehat. Rumah itu harus bisa melindungi harta, melindungi kehormatan, melindungi keturunan dari kerusakan. Rumah Islam dibangun dengan arsitektur yang dapat memenuhi seluruh hal tadi.
[mp3] Fajar Bahagia
“Ini fajar bahagia. Ini fajar warnanya beda. Ini fajar tertoreh berita. Dari pengemban kita di sana. Berlalulah gelap kelam durja. Aroma menyedak getar petala. Berita disambut sepenuh jiwa dan raga.” inilah penggalan lirik lagu Fajar Bahagia. Nasyid dari Madina Project. Dipublikasikan via internet hasil kerjasama Madina Project dengan MediaIslamNet. Silakan di-download.
The Untouchable; Yang tak Bisa Disentuh [1]
Di masyarakat kapitalistik kita sering kita lihat bagaimana uang menyebabkan para konglomerat kelas kakap nyaris tak tersentuh hukum. Lihat saja kasus suap-menyuap jaksa, yang terjerat hanya jaksa dan makelar penyuapnya. Sementara si konglomerat yang menyuap kabur entah kemana.
Menjadi Pendidik yang Berkualitas
Beban pendidikan anak-anak tidak hnaya terletak pada para guru. Bagi anak-anak, semua orang dewasa harus menjadi teladan bagi mereka. Maka setiap orang dewasa harus mengajarkan kebaikan pada anak-anak. Dengan demikian setiap kita sebenarnya adalah para guru bagi anak-anak. Yang lebih saya maksud di sini selain para guru adalah juga para orang tua.
