Fiksi

Rembulan Separuh di Langit Palestina

Kupandangi lagi ukhti di hadapanku. Wajah cantiknya menyembul dari balik jendela yang setengah rusak. Ia tampak lusuh. Wajahnya berdebu dan jilbabnya kumal, compang-camping dan terkena percikan darah di sana-sini. Meski lelah, wajah itu tetap keras tak berubah. Cantik. Secantik rembulan. Dingin. Sedingin tiupan angin malam ini. Hatinya tersayat. Sepucuk senjata ada dalam genggamannya. Setetes air bergulir di pipinya.

Fiksi

[puisi] Berita dari Jalur Gaza

Maka kebohongan besar bagi mereka yang menyerukan Jihad Diplomasi. Kejam bagi mereka yang menyerukan perdamaian. Bengis bagi mereka yang menyerukan rekonsiliasi. Pengecut bagi yang hanya bisa diam. Tak akan pernah ada damai dengan sekumpulan setan manusia!! Tak ada kesepakatan bagi para penjahat-penjahat dunia!! Tak ada lagi kompromi untuk saat ini untuk hancurkan HAM dan Demokrasi!! Karena hanya menjadi topeng-topeng untuk memperbudak manusia.