Derita TKW di Taiwan Butuh Solusi
MuslimahWebID–Baru-baru ini sejumlah media cetak memuat berita tentang penyiksaan seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang bekerja di Taiwan. TKW yang…
Portal Opini dan Solusi Islami
MuslimahWebID–Baru-baru ini sejumlah media cetak memuat berita tentang penyiksaan seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang bekerja di Taiwan. TKW yang…
Hari Rabu, 12/02/2014 malam hari, saat saya sedang anteng menunggu murid saya belajar di kelas menulis online, saya mengamati linimasa…
Ada kesalahan Asrorun Niam, Sekretaris Fatwa MUI, dalam memahami fakta. Fakta yang dipahami terbalik-balik. Pemahaman fakta yang benar adalah tutut (keong sawah) hidup di air dan di darat. Tutut biasanya di air yang tergenang dan berlumpur. Kadang di lumpur sawah atau kolam, kadang menempel di pematang sawah atau di tanaman yang ada di sawah. Sedangkan bekicot hidup di darat saja. Kadang memanjat tanaman darat, kadang di tanah, bahkan sering kita jumpai di tembok rumah. Dengan demikian Komisi Fatwa MUI telah salah mengeluarkan fatwa tentang sesuatu, karena berdasarkan pemahaman faktanya sudah salah.
Menyebalkan memang, melihat tingkah polah SBY dan jajaran kementriannya. SBY yang doktor ekonomi pertanian dan seorang presiden itu tidak mampu mengendalikan harga berbagai bahan makanan rakyatnya. Masih segar dalam ingatan bagaimana produsen tempe dan tahu menjerit ketika harga kedele melonjak.
Jika pengakuan MA benar, maka era gila pendidikan formal di Indonesia dimulai. Di tahun 1970an berita guru pria naksir siswi SMAnya, lalu melamar dan menikahinya banyak kita dengar. Banyak juga berita siswa SMA naksir guru wanitanya yang punya nilai plus plus. Mulai tahun 2000an banyak kita dengar guru menggerayangi tubuh siswinya. Dan tahun 2012 ada guru SMA Negeri 22 di Matraman, Jakarta yang menjabat wakil kepala sekolah bidang kesiswaan berani menyuruh siswinya melakukan oral seks terhadap dirinya. Gila! Na’udzubillaahi min dzalik!
Maka TERBUKTI SUDAH, terbukti sudah bahwa 2 minggu sebelumnya, yaitu malam Jumat tanggal 20 Juli 2012 adalah 1 Ramadhan 1433 H. Terbukti sudah bahwa yang dilihat tiga orang yang di Cakung itu memang Hilal Ramadhan, bukan sekedar klaim.