Seperti Tak Punya Pemimpin, Seperti Tak Ada Negara

Ketika rakyat kecil sibuk mengais sisa-sisa gusuran, meratap di bawah timbunan longsoran, menatap sendu rumahnya yang hanyut kebanjiran, pasrah di tengah bencana alam, bencana ekonomi dan entah bencana apa lagi. Maka para petinggi berjibaku dengan wacana bail out century, kelanjutan koalisi partai, siapa bisa jadi menteri, siapa harus bertanggung jawab, debat soal kebebasan, debat soal UU pro demokrasi, debat soal kemajuan negeri, dan pamer data tentang kenaikan angka ekonomi.

Apakah Kemiskinan Harus Dipidana?

Semakin aneh rupa hukum di negeri ini. Apakah kemiskinan kini harus dipidana? Masih dalam ingatan, kasus Nek Minah dengan tiga butir kakao, seorang bapak dengan semangka satu biji, pengumpul ceceran sisa panen kapuk, dan yang terakhir pencuri kaus bekas yang tersampir di pagar rumah kosong. Sepertinya aparat penegak hukum mencari-cari pekerjaan dengan mempidanakan rakyat miskin.

Selamatkan Anak-Anak Kita!

Fenomena pembunuhan anak jalanan oleh Babeh ini adalah potret dari kondisi masyarakat yang sakit. Babeh sendiri adalah seorang anak desa yang mengalami kesulitan ekonomi sehingga pergi mengadu nasib ke Jakarta. Di Jakarta ia menjadi remaja korban sodomi yang akhirnya ia menjadi seorang homoseksual, paedophili. Homoseksual karena menyukai berhubungan seks dengan laki-laki.

Srikandi Gayatri, Korban Ekonomi Non Riil!

Barangkali aksinya memang dianggap mewakili kebanyakan orang yang mendambakan memaki para pejabat negeri. Gelar Srikandi yang dinobatkan salah satu TV swasta pun, menunjukkan sosok Gayatri disepadankan dengan Srikandi, pahlawan perempuan pemberani dalam mitos perang Baratayudha. Media pun mengulang-ulang tayangan makian gaya Gayatri! Seru dan memuaskan!

Siapa Bilang Nova Masih Anak-anak!

Ini memang salah satu sisi negatif facebook. Kenalan dengan sembarang orang, majang foto-foto yang “nggak-nggak”, dan pria-wanita yang bukan mahrom. Selanjutnya kopi darat dan terjadilah pergaulan yang diharamkan! Pihak pembela hak asasi anak pun uring-uringan dengan kejadian yang menimpa ABG ini. Ari diancam pidana kurang lebih 15 tahun penjara.