Saturday, 11 July 2020

MediaIslamNet

Portal Opini dan Solusi Islami

Demokrasi Bikin Depresi

Tapi sekali lagi, itulah demokrasi. Kondisi ini sebenarnya telah digambarkan oleh Socrates, seorang filsuf Yunani Kuno (disampaikan oleh muridnya Plato dalam "Republik Plato"), yang bilang kalau penerapan demokrasi akan berujung pada kelelahan jiwa.

Nggak salah kalau SBY bisa depresi akibat demokrasi. Bayangkan aja, gimana nggak mangkel kalau fotonya ditempel di (maaf ) pantat kebo. Tapi mau apa lagi, ini kan negara demokrasi. Sepertinya Wakil Presiden Budiono juga hampir nggak tahan sama ulah rakyat di negara demokrasi ini. Masa’ tiap ada demo century pasti fotonya dibikin bak drakula bersimbah darah. Stress nggak sih! Yang paling cuek barangkali Menkeu Sri Mulyani. Masa bodoh dengan demokrasi, yang penting Century harus dibela. Arak-arak demonstran yang memajang foto-fotonya dalam pose sadis pun beralasan inilah cara mereka berdemokrasi.

Yah, begitulah fenomena demokrasi yang potensi bikin depresi. Usai Pemilu pertengahan 2009 yang lalu, demokrasi telah banyak menuai korban. Para caleg gagal terserang gangguan gejala depresi mulai dari cemas, stress, hingga gangguan fisik. Bahkan ada yang mengalami gangguan jiwa berat antara lain (maaf lagi) gila, penyalahgunaan obat terlarang dan bunuh diri.

Tapi sekali lagi, itulah demokrasi. Kondisi ini sebenarnya telah digambarkan oleh Socrates, seorang filsuf Yunani Kuno (disampaikan oleh muridnya Plato dalam “Republik Plato”), yang bilang kalau penerapan demokrasi akan berujung pada kelelahan jiwa. Menurut Socrates, demokrasi adalah bentuk pemerintahan yang tidak ideal; lebih rendah nilainya dibandingkan aristokrasi (negara dipimpin para pecinta hikmah/kebenaran), ‘timokrasi’ (negara dipimpin para ksatria pecinta kehormatan), dan oligarchi (negara dipimpin oleh sedikit orang). Menurut Socrates, di negara demokrasi (pemerintahan oleh rakyat – the rule of the people), semua orang ingin berbuat menurut kehendaknya sendiri, yang akhirnya menghancurkan negara mereka sendiri.

Sorry, Socrates ini pastinya orang yang paling ngerti demokrasi. Mestinya dia juga yang ngeh betapa keblingernya sistem tersebut. Jadi wajar khan kalau kesimpulannya semakin demokratis, maka depresi semakin kritis. Trus, apa masih mau diteruskan?  (el_Moesa)

You may have missed