Potret Buram Dunia Pendidikan

Sebagai orang tua, kita semua terbebani dengan tanggung jawab mendidik anak dan menyiapkan anak untuk siap menjalani kehidupannya di usia dewasa. Ketika sebagai orang tua kita tidak peduli dengan problem ini, kemudian anak menjalani kehidupan dewasa dengan banyak pelanggaran-pelanggaran karena kita belum mendidik dan menyiapkannya secara baik, maka kita juga akan berdosa.

[mp3] Pada Tuan-Tuan

“Kepada segenap pemuka dunia. Dengarlah apa yang kami sampaikan. Mohon perhatian penuh seksama. Sebatas itu yang kami minta. Belumlah mampu untuk memaksa. Tegaslah kami walau jelata. Kita kan sama manusia. Barulah berlalu di hidup kita. Hari yang hitam mencekam dunia. Terporak angkara bumi dan samudera. Bagai hempasan murka tangan semesta. Berbekas duka sedih nestapa merana. Siapapun tak berdaya di cambuk petaka-Nya”

Gundukan Tanah Merah

Gundukan tanah merah masih basah ketika ia berdiri di sana. Bapaknya mati malam tadi. Kabarnya karena bapaknya itu berkelahi dengan seseorang yang wilayah ngamennnya diambil tanpa ijin yang bersangkutan. Dia sesaat masih berdiri menangis gundah. Bukan untuk bapaknya yang memang dulu sering berubah kejam.

Antara Aku, Dia, dan Pacarnya

Bukannya saya nggak berpihak ke X atau Y. Terserah X atau Y yang menjalani hidup, karena hidup pilihan mereka. Yang jadi permasalahannya adalah sekitar 6 bulan terakhir, saya pernah bilang ke Y, agar cowoknya itu dateng aja ke rumah Y untuk ngelamar. Tapi temen saya Y malah bilang ke saya “nggak mau ah”. Lha saya bilang Kamu pacaran buat apa?

Homeschooling [3]: Ibu, Harapan Utama Pendidikan Generasi

Tak sedikit para ibu yang kemudian melampiaskan kekesalan pada para bapak. Enak amat para bapak, nggak perlu repot lagi mikir biaya pendidikan, emangnya mereka mau ngajar anak sendiri. Duh, kalau sudah begini akan muncul noktah hitam pertama dalam kalbu para ibu, yang tentunya akan mengurangi kesungguhan dan keikhlasan untuk menerjuni dunia homeschooling.