Fiksi

Blast From The Past for Wiwid

Wiwid yang lagi manggung terang aja makin pede. Yeah, steal the show-lah. Ia jadi makin napsu bawain lagu Yamko Rambe Yamko. Sampai lupa kalau ia pake sepatu hak tinggi. Karena terlalu hot jejingkrakan keseimbangannya ilang, ia pun meluncur jatuh. Terjun bebas ke arah penonton. Bukannya panik penonton malah makin histeris. Nyangka kalau itu bagian dari aksi panggung. Mereka nyangka Wiwid lagi meragain moshing pit, ngeluncur di atas kepala penonton.

Fiksi

Secret Admirer

Sejak baca e-mail dari seseorang yang mengaku sebagai penggemar rahasianya, Ogi jadi nggak enak ati. Kok masih aja masa lalunya diungkit-ungkit. Masa lalu Ogi sebagai vokalis band sekolahan yang sedikit demi sedikit ingin dikuburnya. Masa lalu yang indah dari panggung ke panggung. Tentu saja, lengkap dengan pujaan dan pujian dari para penggemar beratnya. Meski nggak ngetop-ngetop amat, minimal dikenal anak sekolah di wilayahnya.

Fiksi

Tragedi Beduk Mesjid Sekolah

Tiba-tiba mata Eri tertumbuk pada seorang bocah dekil yang sedang mengumpulkan kulit beduk bareng Pak penjaga sekolah. Dia lagi, pikir Eri. Hobi amat ngumpulin kulit beduk. Jangan-jangan …Tapi nggak mungkin ah, buat apa anak kecil ngerusak beduk sekolah. Lagian pake apa dia ngerusaknya? Pikiran-pikiran jelek tentang anak itu buru-buru disingkirin jauh-jauh dari kepalanya.

PernikRemaja

Mengharap Orang tua Seperti Sahabat

Jika orang tua kita ingin seperti sahabat memang harus punya keinginan kuat dari kita untuk mewujudkannya. Jika kita udah saling kenal, akrab, tak ada jarak, maka sangat mungkin untuk membangun kepercayaan dan kepedulian. Apalagi jika persahabatan itu dilandasi oleh keimanan yang kuat dan akidah Islam yang kokoh sebagaimana dicontohkan oleh Rasul dan para sahabatnya yang juga berhak dan wajib dijadikan teladan oleh kita.

Fiksi

Saat Eri Nyontek

Eri cengar-cengir denger omongan temen sebangkunya. Ajaib betul si Dudung ini. Sejak kenal dari kelas satu sampai kelas dua, Dudung emang menunjukkan kalau ia seolah berasal dari dunia lain (mahluk haluuus kali!). Coba, waktu anak-anak lain ke sekolah pake tas ransel keren, eh si Dudung malah pake kantong plastik item yang gede. Kayak orang abis belanja di pasar becek.

Fiksi

Tegang Nih Yee…

Nggak ada yang berani mendekat karena si bapak tadi kemudian mengacungkan sebilah pisau belati yang ia ambil dari balik jaketnya. Suasana makin tegang. Ogi sendiri tetap dalam kondisi leher hampir tercekik. Ogi meronta sebisanya. Tapi rasanya tuh cengkeraman tangan kekar si bapak makin kuat menekan. Sia-sia usaha Ogi.