Titian Ideologi

Ariel Bukan Aa Gym

Dalam hal ini Ariel cs lebih ‘beruntung’ daripada KH Abdullah Gymnastiar. Saat publik tahu beliau berpoligami, publik langsung menjauh darinya. Panggung dakwahnya pun surut di seantero Indonesia. Banyak kaum ibu yang dulu banyak menghadiri kajian siraman rohaninya, menempatkannya sebagai ‘musuh’. Media massa juga ogah-ogahan memintanya lagi berceramah. Padahal dulu hampir tiap minggu dai ini muncul di layar kaca.

Titian Ideologi

Upaya Pengaburan Kewajiban

Usahlah heran kita melihat kaum muslimin bergandengan tangan dengan parpol Kristen dalam sebuah pilkada. Ada parpol Islam yang mengecam kebiadaban Israel tapi lalu mengundang ‘tuan besar’nya Israel untuk duduk bareng dengan mereka di gedung sejuk dan berkelas. Seolah lupa kalau beberapa hari sebelumnya mereka mencaci maki tindakan ának asuh’nya.

Remaja

Pengalaman adalah Guru Terbaik

Pengalaman memang guru yang terbaik. Sensasinya akan memberikan tambahan wawasan, tambahan informasi, dan tambahan inspirasi dalam menjalani kehidupan kita. Tak perlu ragu atau bimbang. Yakin sajalah. Karena tak ada yang sia-sia dengan pengalaman yang kita jalani jika kita mau mengambil hikmahnya, mengambil pelajarannya dan menjadikan sebagai evaluasi untuk kemajuan kita di masa yang akan datang.

Inspirasi

Menulis hal-hal kecil

Bagi para pemula yang hendak menulis, jangan terlalu lama berpikir soal ide dan tema apa yang hendak ditulis. Lakukanlah sebuah coretan kecil di kertas. Atau langsung tulis saja di papan ketik sesuatu yang menurut kita perlu ditulis. Hal yang ringan saja. Hal yang kecil yang bisa kita kuasai.

Remaja

“Mangan ora Mangan”, Facebook!

Facebook emang fenomenal dan mengasikkan, tapi kalo sampe kita nggak makan gara-gara facebook itu kebangetan. Bahwa facebook bisa juga ada manfaatnya memang iya, tapi kan nggak mesti berbuat konyol dan punya prinsip: mangan ora mangan, yang penting facebook. Ah, itu lebih dari kebangetan, yakni: Sungguh terlalu! (backsound: tunjukkan dengan ekspresi Bang Rhoma ya!)