Tanda Tanya Penuh Tanya
Pluralitas (perbedaan) masyarakat yang ada justru dimanfaatkan untuk menanamkan ide pluralisme yang menihilkan peran agama. Padahal pluralitas (keberagaman yang ada) bukan berarti pluralisme.
Portal Opini dan Solusi Islami
Pluralitas (perbedaan) masyarakat yang ada justru dimanfaatkan untuk menanamkan ide pluralisme yang menihilkan peran agama. Padahal pluralitas (keberagaman yang ada) bukan berarti pluralisme.
Program konversi gas sudah dimulai kira-kira dua tahun yang lalu. Rakyat dibagi-bagi tabung gas ukuran 3 kg, kompor gas tunggal, selang dan regulator. Mereka mulai menggunakan kira-kira dua tahun yang lalu. Ternyata menurut Dirjen Industri Logam, Mesin, Tekstil dan Aneka (ILMEA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Anshari Bukhari, secara umum yang menyebabkan masalah bukan tabungnya.
Barangkali ini juga dikaitkan pada realita tentang perilaku keseharian mereka yang bebas, berpakaian minim, pergaulan yang tanpa batas ditambah bukti keaslian tayangan yang telah disahkan oleh para ahli digital forensik. Sehingga tidak aneh kalau masyarakat tidak segan untuk menghakimi bahwa merekalah para pezina.
Sementara di Surabaya, Pemerintah Daerah ingin menutup Gang Dolly, lokalisasi WTS yang konon terbesar se-Asia Tenggara, karena menjadi sumber penyebaran HIV/ AIDS. Namun masyarakat yang tinggal di Gang Dolly menolak rencana itu, dengan alasan akan mematikan penghasilan mereka. Menurut mereka, para WTS dan laki-laki pezina yang datang ke Gang Dolly adalah objek mereka mencari rizki (baca: yang haram).
Memang betul, pelajar tak sepenuhnya salah. Memang betul, kurikulum yang terlalu padat, sarana dan prasarana belajar yang tak tersedia, guru yang kurang berdedikasi, siswa yang tak serius belajar, hingga banyaknya gangguan belajar seperti televisi, hp dan internet, turut menyumbang peran dalam ketidaklulusan siswa. Tapi bukankah sikap siswa yang tidak siap menerima kegagalan adalah juga menunjukkan bahwa siswa itu memang belum layak lulus dari jenjang SMA?
Kenyataannya rapor keseriusan para pemimpin belum beranjak dari nilai merah. Terbukti dari kasus Century yang seperti menguap, kemudian beralih ke kasus Markus, beralih lagi ke kasus-kasus lain yang berputar-putar seperti lingkaran setan. Wajar kalau Indonesia masih kategori terpuruk.