Jangan Bela Pezina!
Barangkali ini juga dikaitkan pada realita tentang perilaku keseharian mereka yang bebas, berpakaian minim, pergaulan yang tanpa batas ditambah bukti keaslian tayangan yang telah disahkan oleh para ahli digital forensik. Sehingga tidak aneh kalau masyarakat tidak segan untuk menghakimi bahwa merekalah para pezina.
Pelacur Kuta Bali vs Pelacur Gang Dolly
Sementara di Surabaya, Pemerintah Daerah ingin menutup Gang Dolly, lokalisasi WTS yang konon terbesar se-Asia Tenggara, karena menjadi sumber penyebaran HIV/ AIDS. Namun masyarakat yang tinggal di Gang Dolly menolak rencana itu, dengan alasan akan mematikan penghasilan mereka. Menurut mereka, para WTS dan laki-laki pezina yang datang ke Gang Dolly adalah objek mereka mencari rizki (baca: yang haram).
Tak Usah Menangis, Coy!
Memang betul, pelajar tak sepenuhnya salah. Memang betul, kurikulum yang terlalu padat, sarana dan prasarana belajar yang tak tersedia, guru yang kurang berdedikasi, siswa yang tak serius belajar, hingga banyaknya gangguan belajar seperti televisi, hp dan internet, turut menyumbang peran dalam ketidaklulusan siswa. Tapi bukankah sikap siswa yang tidak siap menerima kegagalan adalah juga menunjukkan bahwa siswa itu memang belum layak lulus dari jenjang SMA?
Seberapa Seriuskah?
Kenyataannya rapor keseriusan para pemimpin belum beranjak dari nilai merah. Terbukti dari kasus Century yang seperti menguap, kemudian beralih ke kasus Markus, beralih lagi ke kasus-kasus lain yang berputar-putar seperti lingkaran setan. Wajar kalau Indonesia masih kategori terpuruk.
Inulkrasi
Inul gitu loh, memungkinkan berbagai khayalan bagi para rakyat negeri ini. Bagaimana kalau, sang Inul berkampanye di depan para pendukungnya yang beramai-ramai ”ngebor” bagai badai tornado. Dan bagaimana kalau berikutnya Dewi Persik juga diusulkan sebagai wakil bupati dari fraksi Goyang Gergaji. Selanjutnya diangkatlah sebagai Sekwildanya Julia Perez yang memang sangat pakar dalam urusan Sek-Wil-Da.
Prediksi Badai Matahari 2012 dan Kita
Tak ada manusia yang bisa memprediksi secara pasti, kapan lempeng bumi yang berada di atas rongga besar akan patah. Lalu kapan dua lempeng yang bertemu akan mengalami tumbukan. Kapan longsor akan terjadi. Perhitungan di atas kertas sering tidak menjangkau peristiwa alam.
