Seberapa Tinggi Kau Jual Dirimu?
Pembaca budiman, ada logika bicara, semakin tinggi nilai sebuah barang, berarti ia semakin berharga. Logika ini juga dipakai oleh sebagian mubaligh dan juga aktivis dakwah. Mereka berlomba-lomba memasang tarif tinggi. Nampaknya logika bisnis itu telah jadi pakem dari kegiatan dakwah belakangan ini.
Antara Kebenaran Dan Kemenangan
Adalah tragedi bila para pejuang dakwah telah berpaling dari sunnah dakwah yang digariskan oleh Nabi saw. Ujung dari sikap berpaling itu adalah kekalahan dan makin terpuruknya umat ini dari posisi mulia yang pernah diraihnya. Bukan itu saja, umat dan para pengemban dakwah justru akan tersesatkan dari jalan kebenaran.
Memutuskan Hubungan dengan Kebatilan
Beberapa hari lagi kita pun akan menyaksikan drama berikutnya; sambutan para penguasa negeri ini kepada penjagal kaum muslimin yang berkedok ‘kasih sayang’ dan ‘perdamaian’, Barrack Obama. Akankah ada keberanian dari para pemimpin negeri ini untuk memutuskan hubungan dengan kebatilan dan kekufuran? Tidak memberikan loyalitas dan kesetiaan kepada musuh Allah? Ataukah mereka akan memberikan sembah ta’zhim?
Bunga-bunga Dakwah
Anak-anak rohis memang mulai dicurigai oleh pihak sekolah bahwa organisasi ini ditunggangi pihak lain. Beberapa orang guru mulai diterjunkan sebagai Tim Pencari Fakta untuk menyelidiki kasus ini. Ada isu kalo anak-anak rohis mulai berani mengkritik kebijakan sekolah yang hendak menetapkan wajibnya siswa memberi sumbangan untuk perpisahan kelas tiga karena dikendalikan organisasi di luar sekolah.
Ingat Abu Bakar!
Saat Abu Bakar berdua bersama Rasulullah saw di Gua Tsur, ia mencemaskan dan mengkhawatirkan nasib utusan Allah tersebut, bukan dirinya. Karena ia tahu bahwa Rasulullah saw lebih mulia dan utama ketimbang dirinya. Untuk itu ia rela tangannya dipatuk hewan berbisa di Gua Tsur, agar Nabi saw. tidak dipatuk.
Berhutanglah Hanya Pada Allah
Seorang pejabat pemerintahan dari parpol Islam masih merasa gamang untuk melarang erotisme macam tari-tarian daerah, padahal ia sudah berkuasa. Logika bahwa jika sudah bertahta maka mudah beramar ma’ruf nahi mungkar, tak terbukti. Karena ia hanya sendirian, dan menjalankan sistem rusak pula. Jika sudah berkuasa tapi tak berdaya, lalu apa guna?
