Catatan Perjalanan ke Sumedang: Makan Tahu Sumedang di Tempat Asalnya
Rasanya tak sabar untuk menikmati Tahu Sumedang di tempat asalnya. Dan ternyata beda rasanya! Rasanya enak banget! Isinya terasa padat, tidak kopong. Tidak seperti yang pernah saya beli di bis Jakarta-Bogor. Dengan izin Allah, alhamdulillah dalam lima menit sudah enam tahu melewati kerongkongan saya. Mak Nyus!
Catatan Perjalanan ke Sumedang: Sowan ke Radio Citra FM
Setelah beristirahat satu jam, Sabtu siang jam 13.00 saya bergerak menuju Radio Citra 99,4 FM. Radio Citra 99,4 FM adalah stasiun radio mitra Media Islam Net yang menyiarkan Majalah Udara Voice of Islam dua kali dalam sehari, pagi dan sore. Letaknya di Sumedang Kota tepatnya di Jl. Mayor Abdurrahman. Cukup dekat dengan tempat kami menginap di Cimalaka. Cukup sekali naik angkot 01 sampailah saya di Radio Citra FM.
Catatan Perjalanan ke Sumedang: Hotel Anti Maksiat
Walau disebut hotel, namun Hotel Hegarmanah ini lebih tepat disebut losmen atau penginapan/ homestay. Teringat saya dengan istilah “taksi” di kota-kota kecil yang ternyata adalah mobil omprengan alias sewaan. Jadi jangan bayangkan ada “taksi” di kota kecil ya, sebagaimana pula sangat jarang ada “hotel” di kota kecil.
Catatan Perjalanan ke Sumedang: Pengembaraan Dimulai
Tepat jam 09.00 kami turun di Pintu Keluar Tol Pasir Koja. Kami tidak meneruskan perjalanan sampai Terminal Leuwipanjang di Bandung, karena tujuan kami memang bukan ke Bandung, tapi ke Sumedang. Dari sini kami naik Elep. Elep itu istilah orang Sunda untuk menyebut Colt L300.
Melawan Melalui Lagu
MediaIslamNet punya hajat pada Kamis 3 Juni 2010 lalu. Acara digelar di arena Bogor Islamic Book Fair. Di panggung utama. Ya, MediaIslamNet mengadakan Konser Voice of Islam. Tepatnya, Audiensi 10 Lagu Terbaik Voice of Islam. Lagu-lagu ini memang sudah sering menyapa para pendengar Majalah Udara Voice of Islam, yang sampai saat ini disiarkan oleh 262 radio di seluruh Indonesia.
Membakar Diri dengan Keimanan
Beragam cara lepasnya simpul agama itu. Ada yang terjadi secara sadar, tanpa sadar, tapi ada pula yang melepas simpul agama dengan beragam dalih. Mereka mencari-cari pembenaran untuk membela tindakan tersebut. Ada yang berdalih terdesak kebutuhan hidup, menyelamatkan karir, menjaga keamanan diri, dsb.



