Wednesday, 30 September 2020

MediaIslamNet

Portal Opini dan Solusi Islami

Melawan Melalui Lagu

MediaIslamNet punya hajat pada Kamis 3 Juni 2010 lalu. Acara digelar di arena Bogor Islamic Book Fair. Di panggung utama. Ya, MediaIslamNet mengadakan Konser Voice of Islam. Tepatnya, Audiensi 10 Lagu Terbaik Voice of Islam. Lagu-lagu ini memang sudah sering menyapa para pendengar Majalah Udara Voice of Islam, yang sampai saat ini disiarkan oleh 262 radio di seluruh Indonesia.

Catatan kecil dari Audiensi 10 Lagu Terbaik Voice of Islam

Penampilan Perdana: Voice of Islam

MediaIslamNet punya hajat pada Kamis 3 Juni 2010 lalu. Acara digelar di arena Bogor Islamic Book Fair. Di panggung utama. Ya, MediaIslamNet mengadakan Konser Voice of Islam. Tepatnya, Audiensi 10 Lagu Terbaik Voice of Islam. Lagu-lagu ini memang sudah sering menyapa para pendengar Majalah Udara Voice of Islam, yang sampai saat ini disiarkan oleh 262 radio di seluruh Indonesia. Saya datang ke acara itu memang untuk melakukan reportase kecil-kecilan. Ehm.. ya semacam laporan singkat saja dari pengamatan yang saya lakukan.

Acara tersebut digeber siang hari. Sayangnya, persiapannya kurang matang nih. Jadi molor beberapa menit dari jadwal yang sudah ditentukan. Maklum, ini gelaran acara pertama. Lagipula MediaIslamNet memang sedang merintis untuk menciptakan lagu ideologis dan menjajal kemampuan beberapa kru MediaIslamNet yang memiliki keahlian dan konsen di bidang seni musik dan olah vokal. Hasilnya? Lumayan ancur, eh nggak ding. Lumayan bagus. Hehehe. .. yang punya hajat jangan ngambek ya. Itu salah keyboard, tapi sudah diniatkan menulis begitu. Hwoaaaa (backsound: yang punya hajat nangis beneran deh!)

Kang Dedy, Eftur, Anto, Pak Umar

Pas saya datang ke acara itu bareng pasukan (anak-anak dan ibunya), di panggung utama Bogor Islamic Book Fair sudah ada Anto, Eftur, Kang Dedy, Mas Lucky; Pak Umar dan ketiga anaknya yang imut-imut, yakni Fatimah, Abdullah, dan Taqiyuddin. Mereka sedang menyiapkan diri dan menata alat serta cek sound demi mendapatkan hasil suara maksimal. Ketiga anak Pak Umar Abdullah rupanya mereka sengaja diajak untuk nyanyi sebagaimana dalam lagu-lagu yang selama ini bisa didengar di acara Voice of Islam. BTW, Kang Dedy dan Mas Lucky ini adalah juga guru di sekolah musik Purwacaraka, lho. Keren deh semua personel Voice of Islam!

Pukul 13.20 WIB acara belum juga dimulai. Wah, saya yang sudah siap menonton malah jadi rada bosen deh lihat tampang mereka. Hihihi.. abisnya nggak main-main sih. Padahal saya sudah datang dengan ekspektasi tinggi ingin mendengar lagu-lagu ideologis secara live yang dinyanyikan kru MediaIslamNet. Soalnya, saya kalo upload lagu-lagu tersebut ke website MediaIslamNet jadi penasaran pengen lihat main benerannya dinyanyikan secara live di hadapan saya. Swit swiw!

Menjelang pukul setengah dua siang, baru deh semua siap dan digeber langsung dengan lagu pertama yang asik punya: “Pendidikan di Masa Khilafah”. Liriknya oke juga. Musiknya? Hmm.. lumayan lah. Namun kurang bisa menikmati karena ada gangguan pada setting suara di operator sound system. Jadinya nggak terlalu seru. Pas lagu kedua baru deh tampil keren. Mungkin tertolong dengan lagu yang keren banget secara syair dan penggarapan musiknya cukup bagus. Judulnya: “Obama, Babeh dan Para Gay”. Ini baru lagu gue. Ciee.. asik kok dengerin lagu ini. Nggak percaya? Coba aja unduh di sini. Terus dengerin deh sampe puas.

Penampilan khusus: Kang Uci Sanusi

Hanya saja, karena berburu dengan waktu, dan adanya jatah penampilan dari bintang tamu, Madina Project, akhirnya 10 lagu sisanya digeber nyaris tanpa jeda yang cukup. Walhasil kru MediaIslamNet yang manggung pada ngos-ngosan deh. Satu jam berlalu, berhasil menggeber 12 lagu. Waduh, ngebut banget tuh! Dalam acara itu juga dilakukan quisioner berisi penilaian terhadap lagu-lagu yang dibawakan. Penonton yang ikut hadir di situ diminta menilai setiap lagu yang sudah dinyanyikan dengan pilihan jawaban: Sangat Suka; Suka; Biasa Saja; Tidak Suka. Rencananya, hasil survei kecil-kecilan ini akan digunakan untuk menentukan lagu mana saja yang bisa dimasukkan dalam 10 lagu terbaik pilihan pendengar untuk dijadikan album kompilasi. So, tunggu saja tanggal rilisnya ya. Insya Allah menarik.

Sebagai catatan, saya sendiri menyukai lirik-lirik lagu yang dinyanyikan kru MediaIslamNet. Bertenaga, ideologis, solutif, inspiratif dan berisi kritikan tajam terhadap kondisi kehidupan produk kapitalisme saat ini. Voice of Islam, bukan saja melawan dengan talkshow-talkshow yang ringan dan menghibur namun tetap ideologis, juga melalui lagu. Melawan melalui lagu adalah bagian dari upaya MediaIslamNet memberikan kontribusi dakwah Islam. Harapannya, akan ada banyak segmen yang dibidik untuk disadarkan dengan Islam ideologis. Sip deh!

Penampilan Madina Project dan Kibaresa

Sisa waktu acara yang tinggal 15 menit menuju pukul 15.00 itu, diberikan kepada Madina Project sebagai bintang tamu. Dengan personel yang lengkap dan terlatih, grup musik ini menunjukkan kematangannya dalam memainkan alat musik. Teuku Syahnandar yang menjadi vokalisnya menyanyikan dua lagu Voice of Islam, yakni “Andai Saja Beriman” dan “Tragedi Semangka Satu Biji” yang menurutnya sangat menginspirasi dan berkesan sehingga diaransemen ulang dengan warna musik Madina Project yang cukup easy listening. Oya, Madina Project juga ditemani Kibaresa lho yang suaranya mirip Iwan Fals. Meski ada insiden microfon copot (mungkin karena saking semangatnya Kibaresa nyanyi hehehe..), tapi Kibaresa tetap semangat menyanyikan lagu itu bersama Teuku Syahnandar. Asik deh.

Menjelang adzan Ashar berkumandang acara bertajuk Audiensi 10 Lagu Terbaik Voice of Islam dengan menghadirkan bintang tamu Madina Project dan Kibaresa ini berakhir damai (iya, dong. Kan kita mah anti rusuh). Hehehe..

Sebagai catatan kecil dari kegiatan ini, saya sangat mendukung kreativitas teman-teman MediaIslamNet membawakan lagu-lagu ideologis ini. Hanya saja yang perlu diperbaiki supaya lebih baik lagi adalah kualitas vokal dan musiknya. Tapi, untuk pemula, ini sudah lebih dari cukup. Pokoknya, tetap semangat dan terus berkarya dengan kreatif dan inovatif. Semoga rahmat Islam tersebar di seantero Nusantara dan barokahnya kita dapatkan. Islam itu indah, melalui seni kita pun bisa berdakwah dan tentunya tetap menyebarkan pesan-pesan ideologis.

Salam,
O. Solihin

You may have missed