Sambutan hangat keluargaku
Tidak terasa, sampailah kami ke rumah. Aku disambut hangat oleh keluarga, saudara, serta tetanggaku. Tapi saudaraku lucu loh saat menyambutku. Salah satu dari mereka menyuruhku untuk menutup mata.
Portal Opini dan Solusi Islami
Karya Santri Pesantren Media
Tidak terasa, sampailah kami ke rumah. Aku disambut hangat oleh keluarga, saudara, serta tetanggaku. Tapi saudaraku lucu loh saat menyambutku. Salah satu dari mereka menyuruhku untuk menutup mata.
Jumat pagi, sebelum kami melanjutkan perjalanan ke Magelang, kami mampir ke rumah Budenya Mbak Aya. Namanya, Bude Sri dan Pakde Munir.
Dan saya adalah salah seorang yang tidak bisa mudik pada lebaran kali ini. Bukan karena saya tidak mau mudik atau juga tidak rindu pada keluarga di kampung halaman, melainkan karena pada saat lebaran kali ini, kondisi keuangan saya sedang seret-seretnya.
Alhamdulillah, hari Selasa kemarin aku mendapatkan sebuah piala atas Juara 1 Lomba Pildacil di Sekolah. Aku juga diundang untuk menjadi Da`i cilik pada acara santunan di Sekolah Budeku di Bekasi.
Setelah beberapa hari kepergian Dito, orang tua Ningrum sudah tidak kuat lagi melihat anak yang dikasihinya itu selalu menyendiri dan menangis di kamarnya.