Posts Tagged ‘cinta’

Jika Bertemu Kekasih

Jika Bertemu Kekasih

Dipublikasikan pada Senin, 9 Mei 2011 | 6:24

Tanya:

As. wr. wb. Dari masrayan d’BANJARMASIN (0813486xxxxx). ustadz saya mau tanya gmana caranya agar kta kalau bertmu kekasih kta mampu mnahan diri agar tidak cium dia.

Jawab:

Alaykumus salaam. wr. wb.

Sayang tidak dijelaskan apakah kekasihnya itu sudah menjadi istri/ suaminya atau belum.

Jika sudah menjadi istri/ suaminya, maka bertemu dengannya adalah bertemu dengan kekasih. Ingin selalu dekat dengannya, merayunya, menciumnya, membelainya, merangkulnya dan seterusnya hingga menggaulinya. Tentu hal-hal tersebut dilakukan di tempat yang tertutup (tidak seperti William dan Kate yang berciuman di depan umum). Dan hal ini sangat sangat wajar dilakukan oleh sepasang suami istri. Bahkan tidak wajar jika suami istri bertemu seperti bukan dua orang kekasih. Karena pernikahan akan membuat seorang suami akan merasa tentram di dekat istrinya. Begitu pun sebaliknya. Lanjutkan

Tanda Cinta Sejati

Tanda Cinta Sejati

Dipublikasikan pada Jumat, 4 Maret 2011 | 7:21

O. Solihin

Apa buktinya kalo kamu cinta kepada ortumu? Kamu pasti dengan mudah akan menjawabnya: “aku akan tunjukkin dengan taat kepada mereka, menghormati mereka, dan melakukan apa yang diperintahkan mereka.” Yup, itu tanda cinta. Seseorang yang mencintai seseorang lainnya akan mudah untuk berusaha menunjukkan bukti kecintaannya dengan perilaku yang menyenangkan bagi yang dicintainya. Itu sebabnya, tanda cinta itu penting jika kita memang menghargai apa yang kita cintai. Tapi tanda cinta tak lagi begitu penting ketika cinta tak lagi menjadi bagian yang kita hargai. Semua tergantung cara pandang kita.

Jujur saja sobat, cerita bertabur keromantisan sering membuat kita bertenaga. Hidup rasanya dapat tambahan darah segar. Nafas baru dan semangat menggelora. Rasa-rasanya dunia adalah milik kita, yang sedang dimabuk cinta dan dibakar api asmara. Kita jadi ngedadak ‘lupa diri’, dan kita menjadikan orang yang kita cintai sebagai dewi or pangeran pujaan hati. Kita bersedia berkorban dan menjadi bagian dari hidupnya. Sehari saja tak jumpa dan komunikasi, rasanya hati kita jadi dingin dan beku. Tapi, ketika rindu itu terpuaskan, dinding es yang kokoh menyelimuti hati kita pun perlahan mencair (suit..suit.. swiiw!) Lanjutkan

Permalink  |  Tagged with: , , , , ,
Tragedi 14 Februari

Tragedi 14 Februari

Dipublikasikan pada Senin, 14 Februari 2011 | 1:01

Oleh O. Solihin

Setiap tanggal 14 Februari, selalu ada tragedi. Pastinya membuat kita prihatin, sedih, dan juga kecewa campur marah. Mengapa harus prihatin dan sedih, padahal justru di tanggal 14 Februari itu banyak orang merayakan hari kasih sayang? Karena standar penilaian kita sebagai muslim seharusnya berbeda dengan cara pandang orang-orang selain Islam. Apa yang kita pandang baik, bisa salah dalam pandangan mereka. Apa yang mereka pandang baik, besar mungkin salah dalam pandangan kita sebagai muslim. Karena apa? Karena kita berbeda cara pandang sejak awal dalam menyikapi kehidupan ini. Itu letak masalah yang harus kita perhatikan.

Contohnya adalah Valentine’s Day. Banyak orang sigap dan gempita menyambut hajatan ini. Duit yang dikeluarkan demi pesta Valentine’s Day bukan lagi yang perlu dinilai rugi, tapi malah dianggap sebagai investasi. Alasannya: “Merayakan kasih sayang, tentu saja perlu pengorbanan. Uang sekadar alat tukar untuk membeli apa yang kita inginkan. Sama seperti ketika ortu kita mengeluarkan duit untuk biaya sekolah atau kuliah kita. Itu tandanya mereka sayang kepada kita, sehingga uang yang dimilikinya rela ditukar dengan biaya pendidikan kita, dan berharap kita kehidupannya jadi lebih baik.” Lanjutkan

[mp3] Ingat Valentine’s Day Ingat Pompeii

[mp3] Ingat Valentine’s Day Ingat Pompeii

Dipublikasikan pada Rabu, 2 Februari 2011 | 8:08

Judul lagu: INGAT VALENTINE’S DAY INGAT POMPEII | Lirik: Umar Abdullah | Lagu/ Musik: Dedy Arif

Reff:

Tujuh puluh sembilan Masehi Allah letuskan Vesuvius

Hancurkan Pompeii sisakan tubuh–tubuh mengeras menghangus

Sebagai peringatan bagaimana akhir bangsa yang bejat moralnya

Anehnya, muslim meniru mereka tak peduli adzab mengancamnya

Ada sebuah kota dekat Roma bernama Pompeii

Di sana bertebaran erotisme, zina, dan pornografi

Bar miras, pelacur dan rumah bordil pun melengkapi

Untuk rakyat, senat, tentara, hingga Kaisar Romawi

Di Taman Herculean1 ada arca Dewa Pan sedang begini2

Berwajah kambing hobi seks bebas dan bestiality

Orang Romawi memujanya di ritual Lupercalia

Yang jadi Valentine’s Day3 saat Kristen kuasai Eropa

Reff:

Tujuh puluh sembilan Masehi Allah letuskan Vesuvius

Hancurkan Pompeii sisakan tubuh–tubuh mengeras menghangus

Sebagai peringatan bagaimana akhir bangsa yang bejat moralnya

Anehnya muslim meniru mereka tak peduli adzab mengancamnya

Rasulullah pernah bersabda:

“Tak datang kiamat

sebelum umatku mengikuti jejak umat beberapa abad sebelumnya

sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta.”

Ada yang bertanya, ”Ya Rasulallah, apakah Persia dan Romawi?”

Rasulullah menjawab: ”Ya, siapa lagi?”

===

Catatan Kecil dari Penulis Lirik:

* Lirik diramu dari berbagai sumber, baik ensiklopedi, film-film dokumenter, maupun dari majalah remaja.

* Kata-kata yang miring dan berwarna biru barangkali belum banyak diketahui masyarakat. Kami persilakan untuk mengetahui makna-maknanya di www.wikipedia.org atau ensiklopedia lainnya.

1 Nama lainnya: Herculaneum (kota kembarnya Pompeii)

2 Sedang mencumbu seekor kambing betina

3 Nama asli perayaan ini adalah St. Valentine’s Day

* Harapan kami, semoga kaum muslimin meninggalkan perayaan dan pesta kaum kafir yang bernama Valentine’s Day ini, untuk selamanya.

Dengarkan lagu:

[mp3] Berhala Cinta

[mp3] Berhala Cinta

Dipublikasikan pada Rabu, 12 Januari 2011 | 10:11

Lirik: Umar Abdullah | Lagu/Musik: Dedy Arif Fasihin | Vocal: Dedy Arif, Umar Abdullah


Setan-setan Liberal memang licin

Agar terjerumus zina, dibuat opini

bahwa cinta itu suci

Atas nama cinta apapun diserahkan

Atas nama cinta apapun dilanggar

Aturan agama pun ditertawakan

Diajarinya free love berjudul pacaran

Berkirim sinyal mesra, berduaan, bercumbu, lalu berzina

Tanpa aqad, dengan binatang tak ada beda

Sucikah cinta jika kehormatan dinodai?

Sucikah cinta bila janin diaborsi?

Sucikah cinta jika yang normal jadi homo dan lesbi?

REFF

Cinta hanyalah rasa, bisa suci bisa syaithani

Dihiaskan Allah pada manusia

Cinta laki-wanita hanyalah bahan uji

Sarana untuk taat atau untuk maksiat

Bercintalah saat telah menikah

Nikmati sensasi seks sesuai syari’ah

Sungguh ni’mat, sehat, dan berpahala

Hancurkan berhala-berhala cinta!

Setan-setan Liberal lanjutkan misinya

Remaja dilenakan dengan kata cinta

Lagu, Film, Majalah, Novel semua bicara cinta

Seolah masa remaja masa bercinta

Pacaran dianjurkan kondom pun dibagikan

Akhirnya separuh lebih remaja jadi pezina

Remaja dijauhkan dari fiqih menikah

Pernikahan dianggap membelenggu remaja

Nikah dipersulit zina dipermudah

Dianggap terlalu muda untuk cari nafkah

Dianggap terlalu dini untuk jadi istri

Tapi dianggap cukup umur untuk berzina

REFF

Bogor

11-01-11


Permalink  |  Tagged with: , , , ,
[mp3] Baiti Jannati

[mp3] Baiti Jannati

Dipublikasikan pada Sabtu, 4 September 2010 | 12:14

Judul lagu: BAITI JANNATI | By: Deddy Arif Fasihin

Syalala…

Sehari saja tak bertemu

Serasa laksana sepekan menanti

Sepi terasa mendera

Dalam gemuruh rindu

Dan sering kulampaui

Tak kenal waktu

Saat di Perjalanan pulang ke rumah

Bening mata teduh mereka menari

Merengkuh indera kalbu

Di relung paling rentan

Merambat hangat Surga

di hatiku

Hu..ho..

Selalu ingin menggenggam jemari mereka

Selalu ingin peluk getaran cintanya

Selalu ingin berbagi kisah dan tawa

Bercengkrama riang di Baiti Jannati

Reff:

Ceriamu

hinggap di kelopak mata hati

Segala tingkah berujar tanpa kata

Tulus bertaburkan cinta

Sujud syukur

memohon selalu diberkahiNya

Manisnya iman naungan yang termegah

Jadikan rumahku surgaku

Kami takut dengan isi dunia

Jika tak mendatangkan ridhaMu

Kami takut dengan itu semua

Bila jadi jalan api neraka.

Teguhkan kami dengan ikatan

Dalam buhul tali kokoh yang kuat

Teguhkanlah semua agar hanya

Mendatangkan jalan keselamatan

Permalink  |  Tagged with: , ,
Salahkah Merindukan Seseorang?

Salahkah Merindukan Seseorang?

Dipublikasikan pada Sabtu, 14 Agustus 2010 | 4:40

Tanya:
Assalaamu’alaikum. Barokallah pak ustad. Mau konsultasi tentang aku nih. To the point. Salahkah aku bila aku merindukan seseorang yang aku sayangi sampe-sampe nafsu makan ku lebur karena orang yang aku rindu selama ini tak mempedulikan aku? (dari Sarooeny, via email)

Jawab:

Alaykum salam wr. wb.

Ada sebuah kalimat mutiara dari ulama, “cintailah kekasihmu sewajarnya karena bisa jadi ia menjadi musuhmu, dan bencilah musuhmu sewajarnya karena bisa jadi ia menjadi kekasihmu.”

Cinta dan rindu itu hal yang wajar. Tetapi cinta yang terbaik adalah karena Allah. Artinya karena orang yang kita cintai itu punya sifat-sifat yang dicintai dan diridloi Allah. Dan kita mencintainya pun sesuai dengan syariat Allah. Tidak berpacaran apalagi merusak kehormatan berdua.

Selanjutnya, cintailah orang sewajarnya. Apalagi bila jelas orang itu tidak peduli pada kita. Aduh apa kamu tidak merasa rugi? Berpikirlah dengan sehat, kita merusak diri kita tanpa mendapatkan apa-apa darinya. Rugi, kan?

Lebih baik sekarang hadapkan diri kita kepada Allah. Karena hanya Dia yang akan membalas cinta semua hamba yang mencurahkan cinta kepadaNya. Cinta kepada Allah pasti akan berbalas.

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (ni`mat) -Ku.” (QS al-Baqarah: 152)

Begitu pesan Allah kepada kita. Sudahlah, lupakan saja dia. Mintalah kepada Allah agar diberikan kekasih hati yang terbaik; baik imannya, dan baik pula akhlaknya. Kembalilah makan seperti biasa, jangan merusak diri sendiri dengan mengingat orang yang tidak peduli pada kita. Masih banyak orang yang perhatian kok pada kita. Dan yang paling penting, ada Allah yang pasti sayang pada kita.

Permalink  |  Tagged with: , ,
Sambut Ramadhan dengan Cinta

Sambut Ramadhan dengan Cinta

Dipublikasikan pada Selasa, 10 Agustus 2010 | 12:49

Oleh: Ikrar Muhammad

Wa

h, nggak kerasa ya kita sebentar lagi memasuki bulan Ramadhan. Nggak kerasa pula nih ternyata gue udah lebih dari satu tahun bersama gaulislam. Oya, berhubung sebentar lagi kita bakal bertemu bulan Ramadhan nih, elo semua udah pada siap-siap belum? Kita bakal bertemu bulan yang paling spesial buat umat Islam. Udah seharusnya kan kita bangga akan datangnya bulan ini. Soalnya ada keistimewaan di bulan ini.

Allah Swt. berfirman yang (artinya): “Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). karena itu, Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan Barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjukNya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (QS al-Baqarah : 185)

Tuh kan sampe Allah Swt aja memerintahkan kita untuk berpuasa ketika bulan ini tiba. Selain ayat di atas keistimewan bulan Ramadhan adalah dibukanya pintu rahmat dan dibelenggunya para syaithon. “Jika datang bulan Ramadhan dibukalah pintu-pintu syurga (Dalam riwayat Muslim : “Dibukakan pintu-pintu rahmat”) dan ditutup pintu-pintu neraka dan dibelenggulah syaithan.” (HR Bukhori (4/97) dan Muslim (1079) Lanjutkan

Permalink  |  Tagged with: , , , ,
Jangan Ada Cinta di Facebook!

Jangan Ada Cinta di Facebook!

Dipublikasikan pada Rabu, 4 Agustus 2010 | 1:06

Oleh: Husni Nursyamsi

Lah kok facebook lagi? Haduh-haduh! Jangan kaget gitu dong. Bagi pembaca setia buletin remaja gaulislam pasti tahu kalau kita udah pernah buat tema yang sama mengenai facebook. Ups! Meskipun demikian jangan menilai artikel ini monoton atau itu-itu aja. “Emang apanya yang beda?” ya beda lah kali ini kita nggak bahas facebook tapi kita bahas FB. “Lah sama aja itu sih!” haha bukan ding. Kali ini kita akan bahas facebook dari segi C.I.N.T.A.  “Kayak judul lagu?” nggak apa-apa ya? Heup! Serius donk! Kapan mulainya, nih!

Situs jejaring sosial facebook bisa dibilang semua orang udah familiar dengan situs ini. Penggunaan jejaring sosial di internet ini baru meningkat pesat di Indonesia pada tahun 2008 meninggalkan situs jejaring yang populer sebelumnya, Friendster. Wuihh fenomenal kan. Gimana nggak, tukang siomay aja punya akun facebook. Berdasarkan statistik pertumbuhan, pengguna facebook di Indonesia meningkat 645% sejak 2008 hingga 2010. Sebanyak 831.000 user di akhir tahun 2008. Meningkat pesat pada pertengahan tahun 2010 ini menjadi lebih dari 21 juta user. Angka ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan tingkat pertumbuhan pengguna tertinggi di Asia dan hingga tahun 2010. Tumbuh tertinggi kedua di Asia setelah Malaysia. Lanjutkan

Trauma Perlakuan Kasar Laki-laki

Trauma Perlakuan Kasar Laki-laki

Dipublikasikan pada Minggu, 1 Agustus 2010 | 11:25

Tanya:

Assalaamu’alaikum wr wb. Ustad, saya akhwat berumur 22 tahun. Keinginan saya untuk menikah sudah ada. Tapi saya trauma dengan perlakuan kasar laki-laki terhadap saya sehingga membuat saya berperilaku tomboy dan juga punya cukup banyak teman laki-laki. Karena trauma itu membuat saya susah untuk mencintai laki-laki. Saya harus bagaimana ya? Mhn nasehatnya. Syukran katsiran. Wassalamu’alaikum
(Ukhti T, via email)

Jawab:

‘Alaykum salam wr. wb.

Ukhti T yang disayangi Allah, adakalanya dalam hidup kita mengalami kejadian yang membuat kita traumatik. Apa yang dialami oleh ukhti dari kaum pria adalah salah satunya. Akan tetapi Allah berpesan pada kita:

“Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan..”(QS. al-Maidah: 8).

Ukhti, tidak semua pria jahat dan kasar kepada wanita. Masih banyak pria yang berakhlak mulia pada kaum wanita. Mereka adalah pria yang soleh, paham agama dan taat kepada Allah. Memang benar bahwa keadaan sekarang ini dengan sistem demokrasi telah mengubah sebagian orang menjadi bertabiat kasar dan zalim pada sesama, khususnya yang lemah seperti wanita dan anak-anak. Tapi yakinlah, masih banyak pula pria yang bertanggung jawab dan memahami perasaan kaum wanita. Tentu saja pria-pria seperti ini tidak akan bisa ditemui di tempat-tempat dugem seperti bar, kafe, diskotik atau di mal-mal.

Jadi bila ukhti berharap mendapatkan suami yang baik, lihatlah ibadahnya, pergaulannya, dan sikapnya pada orang tua. Selain tentunya banyak berdoa memohon petunjuk kepada Allah agar diberikan jodoh yang baik.

Jangan lupa tinggalkan sikap tomboy ukhti, karena itu terlarang dalam Islam. Demikian pula jangan terlalu banyak bergaul dengan pria karena Islam melarang interaksi yang tidak perlu dengan lawan jenis. Apalagi di jaman kini, tidak sedikit kejadian pria memanfaatkan kelengahan wanita untuk kemudian dianiaya atau dinodai kehormatanannya. Semoga ukhti tidak berputus asa mencari pasangan dan dimudahkan segala urusan oleh Allah.

TOP LIMA Terbanyak Dibaca Bulan Ini
Advertisement

Artikel Lainnya

Arsip Artikel

Februari 2012
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Ming
« Jan    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829