Oh… UN
Seperti sebuah skenario yang bisa ditebak adalah: selanjutnya akan terjadi polemik UN (dihapus atau tidak dihapus); pengumuman UN penuh gejolak; siswa-siswa gagal yang depresi (waspada kembali sekolah yang pernah terserang kesurupan massal) de el el. Inilah yang harus diantisipasi bersama.
Potret Buram Dunia Pendidikan
Sebagai orang tua, kita semua terbebani dengan tanggung jawab mendidik anak dan menyiapkan anak untuk siap menjalani kehidupannya di usia dewasa. Ketika sebagai orang tua kita tidak peduli dengan problem ini, kemudian anak menjalani kehidupan dewasa dengan banyak pelanggaran-pelanggaran karena kita belum mendidik dan menyiapkannya secara baik, maka kita juga akan berdosa.
Homeschooling [3]: Ibu, Harapan Utama Pendidikan Generasi
Tak sedikit para ibu yang kemudian melampiaskan kekesalan pada para bapak. Enak amat para bapak, nggak perlu repot lagi mikir biaya pendidikan, emangnya mereka mau ngajar anak sendiri. Duh, kalau sudah begini akan muncul noktah hitam pertama dalam kalbu para ibu, yang tentunya akan mengurangi kesungguhan dan keikhlasan untuk menerjuni dunia homeschooling.
Homeschooling [2]: Pendidikan yang Tidak Membebani
Sesungguhnya semua yang dilakukan oleh para orang tua ini adalah pilihan terbaik mereka. Semoga mereka mendapat pahala atas semua usahanya. Namun siapapun mata dapat melihat Bung! Bahwa biaya yang dikeluarkan dengan susah payah, dengan cucuran keringat dan air mata, tidak sebanding dengan harapan.
Homeschooling [1]: Terpadu (Terpaksa Pake Duit)
Bulan-bulan ke depan adalah masa gundah para ibu yang mulai memasukkan anaknya ke sekolah. Sekolah-sekolah baik negeri maupun swasta tidak jauh berbeda, dalam biaya. Apalagi sekolah swasta yang sudah punya nama. Nggak tanggung-tanggung memasang promosi dengan sederetan biaya.
Pendidikan yang Tidak Membebani Anak
Pada anak otak dan inderanya masih tumbuh. Yang diperlukan anak adalah menstimulai pertumbuhannya dan memasukkan banyak informasi. Tetapi anak tidak dipaksa untuk mengkaitkan/ mengikat komponen tadi. Makanya pada anak-anak usia dini, proses belajarnya dengan bermain. Maksudnya ini dalam rangka menstimulai otak dan indra saja.
