Kado untuk Indonesia
Enam setengah dasawarsa sudah Indonesia merdeka dari penjajahan Belanda. Tapi kebangkitan belum juga terasa. Yang ada makin ke sini makin terpuruk aja nasib bangsa ‘kuli’ ini.
Kemitraan Menyeluruh, atau Penjajahan Menyeluruh?
Kerjasama ini sejatinya tidak menunjukkan kemitraan sama sekali, namun lebih kepada perjanjian untuk menjadi kacung-kacung atau jongos yang setia. Sebuah Neokolonialisme Menyeluruh.
Sia-sia Malaysia-Indonesia
Pak Haji melanjutkan kegeramannya, ”Dimana harga diri kita! Kedaulatan kita dikoyak-koyak! Seenaknya saja Malaysia masuk wilayah kita. Perang saja dengan Malaysia!”
Mengembalikan Akar Sejarah
Masak begitu melihat KH Agus Salim, anak sekolah komentar kok kumisnya mirip tukang sate.
Obama dan Babak Baru Kemitraan Indonesia-AS
Beruntungkah Indonesia? Kenyataannya selama ini kerjasama dengan AS hanya membuat Indonesia semakin terpuruk. Perusahaan seperti Pertamina saja dengan mudahnya tersingkir. Perusahaan AS dengan gampangnya mengeksplorasi minyak Indonesia dan dijualnya pula di Indonesia. Semakin hari harga minyak semakin mahal. Belum lagi Freeport yang dengan gampangnya mengangkut berton-ton emas Indonesia ke negaranya.
Mungkinkah Indonesia Menjadi Negara Kuat?
Sebenarnya sikap seperti itu adalah sikap pesimis dan membuat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang selalu dikerjain. Makanya yang harus kita lakukan adalah mempelajari dan memahami bagaimana posisi kita saat ini dan kemudian bagaimana caranya kita bangkit. Hanya dalam persoalan bangkit ini memang ada pilihan: apakah kita mau bangkit sebagai seorang muslim atau bangkit sebagai seorang sekuler.
