Ariel Bukan Aa Gym

Dalam hal ini Ariel cs lebih ‘beruntung’ daripada KH Abdullah Gymnastiar. Saat publik tahu beliau berpoligami, publik langsung menjauh darinya. Panggung dakwahnya pun surut di seantero Indonesia. Banyak kaum ibu yang dulu banyak menghadiri kajian siraman rohaninya, menempatkannya sebagai ‘musuh’. Media massa juga ogah-ogahan memintanya lagi berceramah. Padahal dulu hampir tiap minggu dai ini muncul di layar kaca.

Upaya Pengaburan Kewajiban

Usahlah heran kita melihat kaum muslimin bergandengan tangan dengan parpol Kristen dalam sebuah pilkada. Ada parpol Islam yang mengecam kebiadaban Israel tapi lalu mengundang ‘tuan besar’nya Israel untuk duduk bareng dengan mereka di gedung sejuk dan berkelas. Seolah lupa kalau beberapa hari sebelumnya mereka mencaci maki tindakan ának asuh’nya.

Antara Gagasan dan Gerakan

Ibu Ade dan Irina mungkin tidak pernah menyatakan bahwa mereka pengemban dakwah, tapi mereka merefleksikan gagasan cemerlang mereka dalam gerak nyata. Sementara di kutub lain banyak pengemban dakwah yang kerap menyatakan ‘wajibnya pendidikan gratis’ justru bersaing membangun sekolah-sekolah mahal, sembari berkilah bahwa sekolah gratis itu kewajiban pemerintah.