PUISI Kejatuhan Khilafah 1924
Lagu latar yang menyertai gambar-gambar dalam video ini berjudul “1924”. Dinyanyikan oleh grup nasyid Soldiers of Allah. Semoga menumbuhkan kesadaran dan menggerakkan kita untuk berjuang [youtube YRP7nhRYYiM]
Mustafa Kemal Ataturk Sang Penjagal Khilafah [bagian 3]
Dan tanggal 3 Maret 1924 Mustafa Kemal pun memulai proses penjagalan Khilafah yang tanpa daya. Ia memanggil semua anggota Majelis Nasional untuk mengadakan pertemuan. Malam-malam sebelumnya, Mustafa Kemal berusaha membungkam suara penentangnya dengan mengancam dengan hukuman mati bagi para pengkritik pendapatnya. Mustafa Kemal mengusulkan pada Majelis Nasional proyek pembubaran khilafah yang dia sebut sebagai bisul sejak Abad Pertengahan untuk selamanya dan mendirikan negara Turki sekuler.
Negara Minim Sengketa
Umar berkata kepada Abu Bakar di hadapan para sahabatnya yang lain, Wahai Khalifah Abu Bakar, sudah lama aku memegang jabatan qadhi dalam khilafah ini namun tidak banyak orang yang mengadukan hal ihwalnya kepadaku. Karena itu sekarang aku mengajukan permohonan agar dibebaskan dari jabatan ini!
Grunge
Sohibul kamar itu memang anak yang asyik abis. Baru kelas dua SMU dan nge-junkies. Maklum, tuntutan pergaulan. Kalo nggak gitu nggak nyetel ama temen-temen, man! Sebetulnya anak ini lumayan manis apalagi kalo tenggelam di kuah cendol atawa es doger. But, karena junkies display-nya jadi jorse alias jorok sekaleee. Kamarnya aja nggak bisa dibedakan ama Paddy’s Caf? yang katanya diledakkan Imam Samudera. Ancur, cur, cur, cur.
Mengapa Jarak Antargempa Makin Rapat?
Yang jelas, gempa bumi tektonik terjadi karena adanya pergeseran lempeng-lempeng tektonik. Tapi mengapa jarak antargempa semakin rapat? Di sinilah saya hanya ingin berkomentar bahwa Kiamat makin dekat. Karena Rasulullah saw mengatakan bahwa salah satu tanda-tanda kiamat adalah banyak terjadi gempa.
Mustafa Kemal Ataturk Sang Penjagal Khilafah [bagian 2]
Dalam buku-buku sejarah Indonesia yang ditulis oleh kaum sekuler, Gerakan Turki Muda ini disebut-sebut sebagai gerakan untuk mencapai perbaikan nasib menentang Sultan Abdul Hamid II yang mereka sebut sebagai Kaum Kolot. Gerakan Turki Muda ini dianggap sebagai pemicu pergerakan nasionalis sekuler di Indonesia.
