Sorry Boss, Kali Ini Tidak Taat!
Adalah Lily Wahid, putri Wahid Hasyim. Dia berani berbeda sikap dengan fraksinya, PKB, dalam voting soal bail out Bank Century. Satu hari kemudian, Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, yang sekarang jadi Menakertrans di Kabinet SBY-Budiono, mengancam Lily Wahid akan dikeluarkan dari jamaah (entah apa yang dimaksud dengan jamaah).
Kereta Terakhir dari Jakarta
Ogi menghempaskan pantatnya di bangku kereta malam itu. Bahkan ia bisa selonjoran kaki. Maklum, namanya juga kereta terakhir, pasti hanya memuat orang seadanya. Boleh dibilang kosong melompong. Tentu saja itu sangat kontras bila dibandingkan dengan kereta yang berangkat pagi dan sore hari. Orang-orang rela berjubelan di gerbong. Bercampur keringkat puluhan penumpang lain.
Mengolok-olok dan Mencemooh Sesama Muslim
Ini salah satu indikasi suka meremehkan atau merendahkan martabat orang lain. Walaupun meremehkan orang lain ini adalah satu bentuk sifat buruk yang lain, tetapi erat kaitannya dengan akhirnya ia mengolok-olok orang lain. Jadi akhlak ini adalah akhlak tercela yang harus dihindari.
Sadarlah Do!
Di setiap sekolah, pas awal tahun ajaran baru, biasanya punya acara ‘ritual’ yang hampir sama; OSPEK! Satu kata yang bikin bulu kuduk siswa-siswi baru pada berdiri, meski kamu jangan keterlaluan nuduh mereka jadi mirip landak. Habis, seperti yang sering diberitakan di koran, televisi dan radio, selalu aja ada kejadian yang bikin ospek itu kedengaran serem bin ganas.
Ada Anj..g di Gedung DPR
Tapi yang bukan omong kosong dan terbukti jelas bahwa demokrasi hanya menurunkan derajat manusia ke derajat binatang. Kalau di zaman Orde Lama demokrasi melahirkan politisi-politisi ”sekelas kambing”. Maka di Era Reformasi ini demokrasi lebih parah lagi, melahirkan politisi-politisi ”sekelas anj..g”.
Bunga-bunga Dakwah
Anak-anak rohis memang mulai dicurigai oleh pihak sekolah bahwa organisasi ini ditunggangi pihak lain. Beberapa orang guru mulai diterjunkan sebagai Tim Pencari Fakta untuk menyelidiki kasus ini. Ada isu kalo anak-anak rohis mulai berani mengkritik kebijakan sekolah yang hendak menetapkan wajibnya siswa memberi sumbangan untuk perpisahan kelas tiga karena dikendalikan organisasi di luar sekolah.
