Pelajaran Indah dari Kisah Ashhaabul Ukhduud [03]
Pada masa pemerintahan Amirul Muminin Umar bin Khaththab ra, seseorang dari Najran menggali salah satu bekas rumah di Najran untuk suatu keperluan. Ia mendapati Abdullah bin ats-Tsamir, pemuda yang syahid membela tauhid itu, berada di bawahnya dalam keadaan duduk sambil meletakkan tangannya di atas bekas luka di kepalanya. Jika tangannya dilepaskan dari lukanya tersebut, darah mengucur. Jika tangannya diletakkan di atasnya, darah pun berhenti.
Pelajaran Indah dari Kisah Ashhaabul Ukhduud [02]
Pemuda itu berkata, Kumpulkanlah orang-orang di suatu tempat dan gantunglah aku di sebuah pohon. Lalu tahanlah sebilah anak panah pada busurnya dan katakan Bismillaaahi rabbil ghulaam [Dengan nama Allah, Tuhan pemuda ini]. Lalu lepaskan anak panah itu. Jika engkau lakukan hal itu, maka engkau dapat membunuhku.
Mungkinkah Indonesia Menjadi Negara Kuat?
Sebenarnya sikap seperti itu adalah sikap pesimis dan membuat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang selalu dikerjain. Makanya yang harus kita lakukan adalah mempelajari dan memahami bagaimana posisi kita saat ini dan kemudian bagaimana caranya kita bangkit. Hanya dalam persoalan bangkit ini memang ada pilihan: apakah kita mau bangkit sebagai seorang muslim atau bangkit sebagai seorang sekuler.
Pelajaran Indah dari Kisah Ashhaabul Ukhduud [01]
Siapakah Ashhaabul Ukhduud itu? Bagaimana kisah mereka sedemikian dahsyatnya hingga Allah mengabadikannya dalam al-Qur`an? Ya, tentu Allah telah menyiapkan banyak ibrah (pelajaran berharga) untuk kita, manusia yang hidup di abad ke-21 M ini, yang sering tertimpa ujian sehingga perlu sering-sering mendapat nasehat dari kisah-kisah orang terdahulu.
Pluralitas vs Pluralisme
Sangat berbeda antara pluralitas dengan pluralisme. Pluralisme adalah sebuah ide/isme. Ide pluralisme dalam ideologi Kapitalis lahir dari pandangan terhadap masyarakat. Menurut ide pluralisme, dalam masyarakat harus ada dan tidak boleh dibatasi adanya golongan-golongan yang bermacam-macam bahkan yang mempunyai tujuan serta target yang berbeda-beda.
Malas Itu Penyakit
Malas itu menunjukkan menurunnya motivasi. Manusia memang memiliki faktor-faktor pendorong dalam dirinya. Ada yang pemicunya materi, ada yang bersifat moral dan ada yang dorongan ruhiyah. Supaya kita tahu apa yang menyebabkan kita malas, kita harus menemukan motivasi yang mendorong kita melakukan pekerjaan itu.
