Pembebasan Yerusalem [05]
Umar menutup surat perjanjian itu dengan tanda tangannya, dan kalimat, Saksi-saksi dalam perjanjian ini adalah Khalid bin Walid, Amr bin Ash, Abdurrahman bin Auf dan Muawiyah bin Abi Sufyan. Perjanjian ini dinyatakan dan dilaksanakan pada tahun ke-15 setelah Hijrah.
Pembebasan Yerusalem [04]
Surat dari Panglima Besar Abu Ubaidah bin al-Jarrah pun diterima oleh Amirul Mukminin Umar bin Khaththab. Umar segera bermusyawarah dengan sahabat-sahabatnya. Utsman bin Affan berpendapat untuk tetap meneruskan pertempuran, sedang Ali bin Abi Thalib berpendapat bahwa Amirul Mukminin harus pergi ke Yerusalem.
Pembebasan Yerusalem [03]
Selama empat bulan penuh pertempuran terjadi. Selama itu pula pasukan muslim bertahan dari musim dingin yang berat, hujan salju dan hujan air yang sangat deras. Melihat kokoh dan kuatnya tekad pasukan Muslim, orang-orang Yerusalem mendatangi pendeta Xeverinus (Shophronius) memintanya berunding dengan pasukan muslim.
Pembebasan Yerusalem [02]
Pasukan Muslim menghentikan serangan. Salah seorang penduduk Yerusalem berbicara kepada pasukan muslim dengan Bahasa Arab yang fasih. Kalian lebih mengenal sifat orang yang akan menaklukan kota kami, Yerusalem, dan kami mengenal seluruh negeri yang berada di bawah kekuasaan kami. Kalau kami mendapati sifat-sifati tersebut pada diri panglima kalian, maka kami akan menyerah kepada kalian dan berhenti berperang.
Pembebasan Yerusalem [01]
Akhir-akhir ini kita melihat di layar tivi Zionis Israel meningkatkan serangannya ke Palestina. Mengingat Palestina, berarti mengingat Yerusalem atau Baitul Maqdis dan sekitarnya yang telah menjadi wilayah Islam sejak masa Amirul Muminin Umar bin Khaththab ra. Artinya terjadi di masa al-khufaur Rasyidin, dimana para sahabat ridhwanullaahi alaihim masih hidup. Sehingga sangat penting bahkan wajib bagi kita khususnya untuk remaja dan anak-anak kita mengetahuinya.
Tak Mau Jadi Pejabat
Sering kita lihat seseorang (dan keluarganya) yang melonjak-lonjak ketika mendapat berita bahwa dirinya akan menjabat suatu jabatan pemerintahan. Padahal jabatan adalah amanah. Dan amanah harus dijaga agar tak dikhianati. Salah satu cara untuk mencegah pejabat berkhianat adalah dengan menguatkan keimanan para calon pejabat. Sebelum menjabat, seorang pejabat (khususnya pejabat yang terkait uang) harus diingatkan bahwa Allah SWT akan membalas setiap pengkhianatan.
