Editorial

“Ini Capresku, Mana Capresmu?”
Editorial

“Ini Capresku, Mana Capresmu?”

Genderang perang antar pendukung capres sudah dimulai. Dibantu oleh sosial media yang kini kian menjadi senjata untuk mengumbar informasi, mengarahkan opini, bahkan mengibuli orang lain dengan fakta dan data palsu. Saling serang antar pendukung Prabowo dan Jokowi ini memperlihatkan bahwa seolah-olah pemilihan calon presiden negeri ini dikondisikan antara hidup dan mati, sehingga harus memilih satu
Jihad Mempertahankan al-Aqsho
Editorial

Jihad Mempertahankan al-Aqsho

Di saat Indonesia sedang disibukkan dengan berita koalisi partai-partai peserta Pemilu, di belahan dunia lain Zionis Israel terus melakukan penodaan terhadap Masjid al Aqsho. Sebagian kaum muslimin, saudara-saudara kita mendapat kemuliaan untuk berjuang, berjihad melawan Zionis Israel, mempertahankan Baitullah, Bait Suci, yakni Mesjid Al Aqsho. Saudara-saudara kita tetap mempertahankan untuk sholat, membaca al Qur’an, halaqoh-halaqoh
TEMPO, MUI, dan Label Halal
Editorial

TEMPO, MUI, dan Label Halal

Seperti biasa, setiap Senin saya selalu mengunjungi laman Majalah TEMPO. Berbekal akses masuk ke laman tersebut yang saya dapatkan dari seorang kenalan ‘orang dalam’ TEMPO, saya bisa ‘menguras’ isi majalah tersebut dalam versi digital. Sebenarnya tak begitu aneh dengan gaya Majalah TEMPO yang selalu menyerang Islam dalam beberapa terbitannya. Kali ini, majalah yang tak bisa
Iddah Sang Ratu di Rutan Pondok Bambu
Editorial

Iddah Sang Ratu di Rutan Pondok Bambu

Belum lama, media menampilkan Ratu Atut yang menangis berduka karena kematian suaminya. Kembali kini Ratu Atut menangis tersedu-sedu di Rutan Pondok Bambu. Ini karena KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) menetapkannya sebagai tersangka. Dalam kasusnya Atut dinyatakan turut serta bersama tersangka Tubagus Chaeri Wardana (adik kandungnya) dalam suap terhadap ketua MK Akil Mochtar. Selain itu Ratu Atut
Setan dan Miras Oplosan
Editorial

Setan dan Miras Oplosan

Tidak sedikit bentuk candaan yang menyesatkan. Alasannya sekedar humor, padahal bercanda seperti ini sudah melampaui batas. Salah satu contohnya adalah penyebutan Miras Minuman Setan. Mereka bercanda, jangan minum miras. Nanti kalau manusia minum miras, maka setan minum apa? Astaghfirullaahal adzhiim. Memainkan kalimat seperti ini cukup menyesatkan. Yang benar adalah manusia minum miras, maka dia melakukan
Baju Besi Ideologi
Editorial

Baju Besi Ideologi

Sebenarnya statemen ini tercetus dari aktivitas pencarian kader dan pengerahan massa yang sedang dilakukan oleh partai-partai berbasis massa Islam ataupun ormas-ormas yang bertebaran di tengah umat. Bila yang terjadi adalah proses pengkaderan, maka partai akan selektif dalam menerima anggota. Partai akan membina massa dengan ideologi yang diemban partai, kemudian melakukan perekrutan sesuai standar seorang kader.