Obama dan Babak Baru Kemitraan Indonesia-AS

Beruntungkah Indonesia? Kenyataannya selama ini kerjasama dengan AS hanya membuat Indonesia semakin terpuruk. Perusahaan seperti Pertamina saja dengan mudahnya tersingkir. Perusahaan AS dengan gampangnya mengeksplorasi minyak Indonesia dan dijualnya pula di Indonesia. Semakin hari harga minyak semakin mahal. Belum lagi Freeport yang dengan gampangnya mengangkut berton-ton emas Indonesia ke negaranya.

Mungkinkah Indonesia Menjadi Negara Kuat?

Sebenarnya sikap seperti itu adalah sikap pesimis dan membuat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang selalu dikerjain. Makanya yang harus kita lakukan adalah mempelajari dan memahami bagaimana posisi kita saat ini dan kemudian bagaimana caranya kita bangkit. Hanya dalam persoalan bangkit ini memang ada pilihan: apakah kita mau bangkit sebagai seorang muslim atau bangkit sebagai seorang sekuler.

Pelajaran Indah dari Kisah Ashhaabul Ukhduud [01]

Siapakah Ashhaabul Ukhduud itu? Bagaimana kisah mereka sedemikian dahsyatnya hingga Allah mengabadikannya dalam al-Qur`an? Ya, tentu Allah telah menyiapkan banyak ibrah (pelajaran berharga) untuk kita, manusia yang hidup di abad ke-21 M ini, yang sering tertimpa ujian sehingga perlu sering-sering mendapat nasehat dari kisah-kisah orang terdahulu.

“Berrak Obama”

Itulah yang terdengar dari mulut seorang teman ketika menyebut nama Barrack Obama dengan aksen keinggris-inggrisan atau keamerika-amerikaan. Seketika saya tertawa. Teman saya itu seorang musisi. Dulu ia sangat bangga dengan Amerika Serikat dan sangat ingin ke Amerika untuk belajar musik di Amerika. Mungkin sisa-sisa kemampuan bahasa Inggrisnya digunakan untuk menyebut Barrack Obama dengan ”Berrak Obama”.