Hari Keluarga dan Isu Kontrol Populasi
MuslimahWebID–Tanggal 29 Juni ternyata adalah hari Keluarga Nasional (Harganas). Konon karena pada tanggal inilah dimulai Gerakan Keluarga Berencana (KB) Tahun 1970. Presiden Soeharto yang mencanangkan menjadi Hari Keluarga pada tahun 1993. Nah setiap berbincang tentang keluarga pada momen seperti ini, yang mencuat adalah berhasil tidaknya program KB (Keluarga Berencana). Bahkan Continue Reading
Bilakah Aku Jatuh Cinta
Rabbi… aku minta izin bila suatu saat aku jatuh hati jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang hingga membuat lalai akan adanya Engkau Rabbi… aku punya pinta bila suatu saat aku jatuh cinta penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas biar rasaku pada-Mu tetap utuh Rabbi… izinkan bila suatu saat aku Continue Reading
Istri Suamiku
sesaat aku diam mematung dalam hening samar-samar terdengar suara pelan, rendah, lirih ia pelan sekali bersuara aku: istri suamimu aku diam pikir dan rasaku tertusuk-tusuk apa? dia berkata lirih sekali aku: istri suamimu aku diam kembali gejolak di dada ini gemuruh tapi hening sunyi senyap dan gelap di dasar hati Continue Reading
Surat untuk Ibu
Ibu… betapa seluruh dunia merindukanmu betapa seluruh manusia mengasihimu betapa segala sayang cuma untukmu aku juga rindu dan sayang kepadamu Ibu… untukmu aku sanggup langkahi matahari aku sanggup sebrangi lautan api aku rela terbakar demi kasihmu aku sudi berlumur darah demi cintaku padamu Ibu… aku pilu mendengar rintihmu jangan lagi Continue Reading
Bahasa Ibu Bahasa Anak
MuslimahWebID–Seorang ibu mengeluhkan masalah bahasa anak-anaknya yang kasar. Kebetulan ibu yang mengeluhkan ini tinggal di lingkungan yang memang bahasanya cenderung lebih kasar daripada bahasa yang digunakan keluarganya sehari-hari. Memang betul, siapa yang paling berpengaruh kepada anak, adalah siapapun yang palin dekat dengan anak. Di sinilah kita harus menyadari siapa dan Continue Reading
Ini Alasan Perempuan Harus Berpolitik
MuslimahWebID–Jelang pemilu 2014, isu keterlibatan perempuan dalam dunia politik mencuat kembali. Perempuan yang dalam kehidupan sehari-hari memiliki pengalaman langsung dengan masalah kesehatan reproduksi, kesehatan keluarga, harga sembilan bahan pokok, pendidikan anak, kekerasan dalam rumah tangga dan lainnya dianggap sebagai alasan yang tepat bagi perempuan untuk ikut menjadi pembuat keputusan politik. Continue Reading
