Assalaamu ‘alaikum wr. wb.
Saya, Lathifah Musa, Producer Majalah Udara Voice of Islam.
Alhamdulillah sudah satu semester lebih kami mendidik santri-santri Pesantren Media Angkatan Pertama. Alhamdulillah mereka mulai merasakan bagaimana mengkaji Islam secara intensif. Sebagian teknik media yang sudah diajarkan pun mulai mereka praktekkan. Menulis di website dan siaran di radio sudah menjadi aktivitas harian mereka.
Tiba giliran kami untuk mengundang kembali para remaja yang ingin mendalami Islam sekaligus mempelajari teknik-teknik media untuk menjadi santri Pesantren Media Angkatan Kedua.
Kami mencanangkan untuk mencetak para remaja menjadi seorang muslim yang: Lanjutkan
Oleh Umar Abdullah*
Shalat Tahajjud termasuk Qiyamul Lail (shalat malam). Hukumnya sunnah (sangat dianjurkan untuk dikerjakan).
TATA CARA
DILAKUKAN SETELAH TIDUR MALAM
Yang termasuk qiyamul lail (shalat malam) adalah shalat tarawih, shalat witir, dan shalat tahajjud. Bedanya, shalat tarawih dikerjakan sesudah seseorang shalat Isya’, sedangkan shalat Tahajjud dikerjakan setelah seseorang shalat ‘Isya dan setelah ia tidur di malam hari. Secara bahasa, tahajud berarti an-Naum (tidur).
WAKTU UTAMA
Shalat Tahajjud bisa dikerjakan setelah bangun malam hingga adzan shalat Shubuh. Adapun waktu yang paling utama untuk mengerjakannya adalah di sepertiga malam terakhir. Lanjutkan
Oleh Sarah Nurul Aziizah
Musikalisasi: Dedy Arif
Air itu…
Mengalir di pipiku
Jatuh satu persatu
Menggambarkan perasaanku
Mata yang berlinang
Pipiku yang basah
Isak yang terdengar
Menambah perih perasaanku
Air itu…
Begitu hebat
Melunturkan hati
Sampai tak berwarna lagi
Isak yang terdengar
Begitu dahsyat
Meretakkan tembok hati
Hingga pecah berkeping-keping
Bergetar tanganku
Menggigil tubuhku
Pusing kepalaku
Sakit perasaanku
# SAHABAT…
DIA YANG MENEMANI
SAAT SUKA DAN DUKA
TERIMA KASIH
UNTUK SELAMANYA
Ia datang
Saatku membutuhkan
Hingga tak ada lagi
Isakan yang terdengar
Karna dia
Tak ada lagi tangan yang gemetar
Tak ada lagi tubuh yang menggigil
Tak ada lagi… dan tak ada lagi
#
Air itu…
Masih tetap ada
Air yang berlinang
Di pipi yang basah
Hanya kini
Tak gambarkan kesedihan
Keperihan
Ataupun kesakitan
Air itu…
Tak menyatu dengan amarah
Ataupun ketakutan
Namun kini
Dengan kebahagiaan
#
Air itu…
Air mata keharuan
Yang kau ubah
Menjadi senyuman
Sahabat…
Terima kasih
Telah menemani
Di saat suka maupun duka
Kisah kita
Kan terukir
Dalam memori persahabatan
Yang tak akan kulupakan
Selamanya
#
Alhamdulillah, meski harus ‘memaksakan’ diri menulis liputan khusus dari diskusi yang digelar pada 25 Januari 2012 lalu, akhirnya kelar juga ditulis dan bisa dihadirkan kepada para pengunjung website MediaIslamNet.Com dan pembaca setianya. Ya, sudah berkali-kali disampaikan bahwa idealnya liputan khusus diskusi pekanan itu ditulis dan diupload ke website resmi MediaIslamNet segera setelah diskusi berlangsung. Namun saya selalu gagal memenuhinya. Seingat saya, rekor paling cepat itu adalah ditulis dan diupload pada keesokan hari setelah diskusi berlangsung. Jadi, untuk kesekian kalinya saya mohon maaf atas kendala yang seperti menjadi tetap bagi saya dalam menulis liputan khusus ini. Sampai-sampai Ustadz Umar Abdullah pernah suatu ketika di forum diskusi berseloroh: “Mari kita doakan bersama agar Ustadz OS bisa segera menuliskan liputan dari diskusi ini dan menguploadnya di website.” Halah, saya jadi tak enak hati. Maaf, untuk kesekian kalinya saya sampaikan.
Diskusi kali ini hanya diikuti oleh Ustadz Umar Abdullah beserta keluarganya, saya bersama anak saya, dan para santri Pesantren Media. Ya, lebih sedikit pesertanya ketimbang diskusi sebelumnya. Namun, karena komitmen kami sudah bulat bahwa apapun yang terjadi dengan jumlah peserta diskusi, insya Allah akan tetap dilaksanakan. Meski tentu saja pastinya tak akan maksimal sebagaimana jika peserta diskusinya lebih banyak. Terutama dalam sumbang saran dan juga mengajukan pertanyaan dan beragamnya jawaban dan caramenjawabnya. Insya Allah mudah-mudahan pada waktu yang akan datang peserta diskusi bisa lebih banyak lagi.
Tepat pukul 16.20 WIB, diskusi dimulai. Hidangan yang sudah tersedia adalah: pisang goreng, roti, dan teh manis. Tentu saja menambah nikmat suasana sore di Rumah Media. Ustadz Umar Abdullah memberikan prolognya seputar tema diskusi yang dipilih: “Miras, Inex, dan Kecelakaan Maut”. Ya, ahad pagi menjelang siang (sekitar pukul 11.00-an), 22 Januari 2012 lalu, telah terjadi kecelakaan maut. Kecelakaan terjadi di Jl M Ridwan Rais arah Tugu Tani, tepatnya depan Gedung Kementerian Perdagangan Jakarta Pusat.
Pengemudi dan penumpang Daihatsu Xenia B 2479 XI usai menghadiri acara di Hotel Borobudur di Lapangan Banteng. Mobil yang dikemudikan Afriyani Susanti (29) berjalan dari arah Hotel Borobudur di Lapangan Banteng menuju Tugu Tani. Di depan Gedung Kemendag, kendaraan oleng kemudian banting setir ke kiri dan menabrak pejalan kaki di trotoar, serta merusak halte bus di depan Gedung Kemendag.
Dalam laporan yang diturunkan Republika (24/01/2012, edisi cetak—ditulis dengan ejaan Afriani, bukan Afriyani), ditulis kronologi sebelum kejadian. Sabtu (21/1), Afriani bersama tiga rekannya yang sebaya ini diundang menghadiri acara ulang tahun teman mereka di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, pada pukul 20.00-22.00 WIB. Acara di tempat ini hanyalah ‘pemanasan’ buat mereka. Setelah menghadiri pesta ulang tahun temannya itu, Afriani dan ketiga rekannya meluncur ke sebuah kafe di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Kawasan ini memang tak pernah ‘tidur’, apalagi pada Sabtu malam. Di tempat ini, Afriani menenggak bir dan wiski. Waktu pun terus berjalan. Mereka memutuskan hengkang dari Kemang pada Ahad (22/1) dini hari pukul 02.00 WIB. Selepas dari kawasan Kemang, mereka tidak menuju ke rumah masingmasing. Afriani dan ketiga temannya‘membelah’ Jakarta dari selatan menuju ke kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat. Mereka lantas masuk ke kelab malam kondang bernama Stadium. Lanjutkan
Mohon maaf kepada pembaca setia liputan khusus dari diskusi aktual Pesantren Media yang mungkin saja menunggu-nunggu sejak Rabu kemarin. Idealnya sih memang begitu selesai diskusi pada sore hari, paling cepat malam harinya sudah tayang di website resmi MediaIslamNet.Com dan PesantrenMedia.Com, serta di-share ke twitter dan facebook. Namun, yang terjadi seringnya telat. Maaf.
Langsung saja ya. Diskusi pekanan yang digelar saban hari Rabu di Rumah Media, yang sehari-harinya adalah tempat para santri Pesantren Media menimba ilmu, pada 18 Januari 2012 lalu mengambil tema “Pencabutan Subsidi BBM Kepentingan Siapa?”. Ya, tema ini diambil karena selain sedang hangat dibincangkan hingga saat ini, juga memang sangat dekat dengan kepentingan kaum muslimin, dan secara umum bagi rakyat Indonesia.
MediaIslamNet dan Pesantren Media memang berkomitmen untuk terus mengadakan diskusi ini, meski adakalanya peserta yang hadir lebih banyak dari kalangan internal MediaIslamNet dan Pesantren Media. Padahal, default-nya diskusi ini boleh dihadiri siapa saja yang ingin berbagi ilmu dan mencari ilmu dalam diskusi ini. Namun demikian, MediaIslamNet dan Pesantren Media tetap menggelar diskusi ini dan menyampaikan hasilnya via tulisan yang disebar di dunia maya. Insya Allah selain untuk pembelajaran para santri Pesantren Media dalam membuka wawasan terhadap perkembangan yang terjadi sehingga menumbuhkan wa’yu siyasi (kesadaran politik) mereka dalam memikirkan urusan kaum muslimin, juga untuk memberikan kontribusi ilmu dan wawasan serta opini alternatif bagi banyak kalangan, khususnya pengunjung setia website resmi MediIslamNet.Com dan PesantrenMedia.Com.
Diskusi ini tepat dimulai pukul 16.20 WIB. Telat dua puluh menit dari jadwal seharusnya, meskipun peserta diskusi ada yang sudah siap di tempat sebelum pukul 16.00 WIB. Ustadz Umar Abdullah, seperti biasa memimpin diskusi ini. Ia menyampaikan prolog dari tema dan judul kajian diskusi pekan ini.
Ya, sebagaimana sudah sesak ramai diberitakan oleh media massa. Undang-Undang APBN 2012 menetapkan subsidi BBM sekitar Rp 123,6 triliun. Subsidi BBM tahun 2011 sampai Desember lalu mencapai Rp 165,2 triliun, membengkak 127,4 persen dari subsidi dalam APBN-P 2011 sebesar Rp 129,7 triliun. APBN 2012 juga menegaskan tidak akan ada kenaikan harga BBM. Namun Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, opsi menaikkan harga BBM masih dimungkinkan, tergantung pembicaraan dengan DPR. Lanjutkan
Bagi warga Jakarta, meskipun tidak melihatnya secara langsung, mungkin sudah tak asing lagi dengan Bendungan Katulampa. Meskipun tidak berada di wilayah Jakarta, bendungan ini selalu mendapat perhatian khusus terutama oleh warga Jakarta tatkala musim penghujan tiba. Berbagai media baik cetak maupun elektronik juga tidak ketinggalan memantau kondisi bendungan ini.
Aku adalah salah seorang yang juga sebelumnya belum pernah melihat rupa bendungan ini. Aku hanya mendengar kabar tentangnya. Maka, rasa penasaran pun muncul. Aku ingin melihat bendungan ini dengan mata kepalaku sendiri.
Dan untuk kesekian kalinya, keinginan mengunjungi tempat yang aku penasaran tentangnya, terwujud. Aku mendapat kesempatan berkunjung ‘sampingan’ ke bendungan ini. Aku sebut sampingan karena tak ada rencana khusus mengunjunginya. Boleh juga dikatakan, aku hanya mampir sebentar karena lokasi bendungan ini berada satu jalur dengan tujuan utama rombongan kami saat itu, yang terdiri dari guru dan teman-teman.
Dinamai Bendungan Katulampa karena bendungan ini terletak di Kelurahan Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat. Menurut informasi yang aku dapatkan, bendungan ini telah ada sejak tahun 1911 dan berfungsi sebagai sarana irigasi bagi lahan pertanian seluas 5000 hektar yang ada di sekelilingnya. Kapasitas bendungan ini dapat mencapai 6000 liter per detik.
Mungkin akan muncul pertanyaan, bendungan ini kan berada di wilayah Bogor dan berfungsi sebagai sarana irigasi. Tapi kenapa malah warga Jakarta yang senantiasa memberikan perhatian dan pemantauan intensif terhadap bendungan ini? Perlu diketahui bahwa bendungan ini dibangun untuk membendung aliran air Sungai Ciliwung yang melewati Kelurahan Katulampa, Bogor. Air sungai ini berasal dari daerah Puncak. Alirannya akan terus mengalir melewati daerah Depok dan terakhir di Jakarta.
Kondisi ini menjadikan Bendungan Katulampa sebagai ‘alarm’ atau sistem peringatan dini akan datangnya banjir kiriman yang akan menghantam Jakarta. Jika data ketinggian air di bendungan ini meningkat tajam, maka sudah dapat dipastikan bahwa telah terjadi hujan lebat di derah Puncak. Data ketinggian air di bendungan ini akan segera dikirimkan ke Jakarta sebagai pemberitahuan supaya warga Jakarta, terutama yang tinggal di sekitar Sungai Ciliwung untuk bersiap-siap menghadapi datangnya banjir. Dibutuhkan waktu sekitar 4-5 jam bagi air bah yang melewati Bendungan Katulampa untuk sampai di wilayah Jakarta.
Di atas bendungan ini dibangun sebuah jembatan sempit yang lebarnya hanya muat untuk dua sepeda motor. Jembatan ini nampak ramai oleh lalu lalang warga sekitar. Tak jauh dari bendungan, berdiri sebuah warung bakso. Dan akhirnya, aku dan rombongan mengakhiri kunjungan ke Waduk Katulampa ini dengan menyantap bakso bersama-sama. (Farid Ab | www.famedo.co.cc)
Catatan: Farid Ab adalah santri Pesantren Media, dan tulisan ini adalah bagian dari tugas reportase di Kelas Menulis Kreatif di Pesantren Media.
INFO
Diskusi Aktual Pesantren Media: “Pencabutan Subsidi BBM Kepentingan Siapa?”
Rabu, 18 Januari 2012, pukul 16.00-18.00 WIB
di Rumah Media, Jl. Raya Laladon No. 54. BOGOR.
Kerjasama MediaIslamNet dengan Pesantren Media.
Karya: Novia Handayani
Keindahan alam yang terpancar di Curug (air terjun ) Cihurang membuat masyarakat yang melihat menjadi senang. Kesejukanpu tidak bisa lepas dari mereka yang merasakan. Jalan berliku-likupun tak menyurutkan semangat mereka, demi melihat keindahan alam di Curug Cihurang.
Pesantren Media, Gunung Salak – Jumat (30/12/2011), Pencarian Vila untuk Pemilik Yayasan Mutiara Ummat dan SMP Khoirul Ummah yakni Bapak Mono dan keluarga, harus melewati jalan kecil yang berliku dan dekat dengan jurang. Sebelum pencarian vila dimulai, terlebih dahulu kami mencari Mbak Yuni yang sedang menunggu di Jalan Cinangneng, setelah itu kami juga mengajak salah satu warga (teman Mbak Yuni) yang tinggal di daerah sana sebagai penunjuk jalan dan juga informasi. Lanjutkan
Musim hujan tak menyurutkan kru MediaIslamNet dan juga Pesantren Media untuk tetap beraktivitas seperti biasanya. Menyiapkan rekaman program Majalah Udara Voice of Islam untuk bulan Februari 2012, mengisi siaran di radio mitra MediaIslamNet dan Pesantren Media, juga kegiatan belajar mengajar para santri Pesantren Media. Resepnya: tetap sabar, tetap istiqomah, tetap berusaha, dan senantiasa berdoa kepada Allah Swt memohon kemudahan dan barokah dari segala aktivitas yang dilakukan. Insya Allah tetap semangat! Ya, ini pula yang dibuktikan dalam kegiatan rutin Diskusi Aktual Pesantren Media pada 11 Januari 2012. Meski sebenarnya diskusi ini untuk umum, namun lebih banyak pesertanya dari kalangan sendiri. Tak mengapa, seperti kata Ustadz Umar Abdullah, “Meski jumlah kehadiran peserta diskusi yang minim, namun insya Allah informasinya bisa dibaca banyak orang karena hasil diskusinya disebar di website.” Benar, liputan diskusi aktual ini bisa Anda dapatkan setiap pekannya melalui website resmi MediaIslamNet juga bisa diikuti update infonya di Facebook,Twitter, dan juga Kompasiana. Ini diniatkan agar lebih tersebar manfaat dari hasil diskusi kami. Insya Allah.
Rabu, 11 Januari 2012, pukul 16.20 WIB, diskusi baru saja dimulai. Memang telat dua puluh menit dari semestinya. Hal ini disebabkan Ustadz Umar Abdullah dan rombongan (termasuk saya) baru datang ke Rumah Media pada pukul 16.15 WIB. Sementara di Rumah Media sudah hadir para santri Pesantren Media dan Junnie Nishfiyanti, Koordinator Narasumber untuk program Voice of Islam. Lima menit kami menyiapkan segalanya. Saya memasang laptop, dan menyiapkan modemnya sekaligus. Ustadz Umar Abdullah mengatur anak-anaknya yang dibawa serta supaya tertib. Ustadzah Latifah Musa dan para santri akhwat sigap menyiapkan makanan dan minuman untuk menemani diskusi rutin kami. Tersedia sudah makaroni kering, sale pisang kering. Supaya kerongkongan tak dibuat kering, segelas teh manis hangat juga dihidangkan. Walhasil, sore yang mendung tetap hangat dengan obrolan politik internasional ditemani camilan dan teh manis. Lanjutkan
INFO
Diskusi Aktual Pesantren Media: “AS Ubah Strategi, Seperti Apa Masa Depan Dunia?”
Rabu, 11 Januari 2012, pukul 16.00-18.00 WIB
di Rumah Media, Jl. Raya Laladon No. 54. BOGOR.
Kerjasama MediaIslamNet dengan Pesantren Media.
Anda dapat berlangganan artikel dari MediaIslamNet | portal opini dan solusi islami dengan menggunakan alamat email Anda untuk mendapatkan update artikel terbaru langsung ke inbox email Anda. Caranya mudah saja, tuliskan alamat email Anda pada kolom di bawah ini, kemudian klik Sign Up!
| Sen | Sel | Rab | Kam | Jum | Sab | Ming |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Jan | ||||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||
| 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 |
| 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 |
| 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 |
| 27 | 28 | 29 | ||||