[mp3] Antara Obama, Babeh, dan Para Gay
“Maret dua ribu sepuluh Obama ke sini. Usai terima para gay jadi military. Bencana baru setelah bencana ekonomi. Lanjutkan seks bebas kontrasepsi juga aborsi. Kaum liberal pun bersuka sambut iconnya. Bukan Menteng, tapi ada agenda yang lainnya. Tularkan bencana liberal ke Indonesia. Masih pantaskah Obama jadi tamu kita?” inilah sebagian lirik dari lagu “Antara Obama, Babeh, dan Para Gay” persembahan MediaIslamNet.
Haruskah Obama?
Perjuangan Obama bukanlah perjuangan sendirian. Ia tak akan bisa lepas dari kredo-kredo demokrasi ala partainya. Ketika McCain dari Partai Republik tetap meneruskan kebijakan anti-homoseksual di militer, Obama berpendapat sebaliknya. Ia mendukung homoseksualitas. Semua orang di Amerika tahu, bahwa Partai Republik jauh lebih ‘religius’ dibandingkan Partai Demokrat.
