Saturday, 11 July 2020

MediaIslamNet

Portal Opini dan Solusi Islami

Adakah Sektor Non Riil di Zaman Rasul?

Seluruh aktivitas perekonomian dalam Islam yakni dalam wadah Khilafah Islamiyah tentu saja hanya berlangsung dalam satu sektor yakni yang saat ini dikenal dengan istilah sektor riil dan sama sekali tidak pernah ada sektor moneter. Jual beli, syirkah, pinjam meminjam, ijarah, perdagangan, persewaan dan lainnya adalah gambaran pasti dari aktivitas perekonomian dalam Khilafah Islamiyah

Pertanyaan:

Perdagangan Saham | foto: www.mediaindonesia.com

Mau tanya ustadz. Kalau di masa  Rosul sebenarnya ada sektor non riil nggak sih? Kalo ada contohnya apa? Soalnya dosen aku bilang ada, tapi memang nggak resmi kayak sekarang. (dari Fauziyah, UIKA 0857 XXX)

Jawaban:

Dalam Islam, tidak pernah dikenal apalagi dipraktikkan atau diberlakukan pemisahan antara sektor moneter dan sektor riil seperti yang berlangsung dalam sistem perekonomian kapitalisme. Sebagai contoh : Islam menetapkan mata uang (اَلْعُمْلَةُ اَيِ النَّقْدُ) yakni dinar dan dirham hanya sebagai alat tukar dan haram menjadi komoditas yang diperjualbelikan, sedangkan kapitalisme justru menempatkan uang bukan hanya sebagai alat tukar melainkan juga sebagai komoditas perdagangan bahkan sangat mungkin inilah fungsi yang utamanya. Islam menetapkan realitas dinar dan dirham sebagai alat tukar berdasarkan jatidirinya yakni benda yang memiliki nilai paling tinggi dan hal itu disepakati oleh seluruh manusia (manapun termasuk kaum kufar). Satu dinar adalah mata uang terbuat dari emas 18 karat dengan berat 4,25 gram, sedangkan satu dirham adalah mata uang yang terbuat dari perak dengan berat 2,975 gram. Keduanya sama sekali bukan sebagai catatan Bank Central (banknote) tetapi benar-benar menisfati dirinya dengan nilai intrinsik yakni apa adanya sebagai emas dan perak.

Dengan demikian, seluruh aktivitas perekonomian dalam Islam yakni dalam wadah Khilafah Islamiyah tentu saja hanya berlangsung dalam satu sektor yakni yang saat ini dikenal dengan istilah sektor riil dan sama sekali tidak pernah ada sektor moneter. Jual beli, syirkah, pinjam meminjam, ijarah, perdagangan, persewaan dan lainnya adalah gambaran pasti dari aktivitas perekonomian dalam Khilafah Islamiyah dan realitas tersebut pernah berjalan selama lebih dari 1200 tahun: mulai dari abad ke-7 M hingga  menjelang awal abad ke-20 M. Banyak dalil yang menunjukkan kenyataan tersebut antara lain pernyataan Rasulullah saw :

حَدَّثَنَا صَدَقَةُ بْنُ الْفَضْلِ أَخْبَرَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عُلَيَّةَ قَالَ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ أَبِي إِسْحَاقَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي بَكْرَةَ قَالَ قَالَ أَبُو بَكْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَبِيعُوا الذَّهَبَ بِالذَّهَبِ إِلَّا سَوَاءً بِسَوَاءٍ وَالْفِضَّةَ بِالْفِضَّةِ إِلَّا سَوَاءً بِسَوَاءٍ وَبِيعُوا الذَّهَبَ بِالْفِضَّةِ وَالْفِضَّةَ بِالذَّهَبِ كَيْفَ شِئْتُمْ (رواه البخاري

عَنْ نَافِعٍ أَنَّ ابْنَ عُمَرَ قَالَ لَهُ رَجُلٌ مِنْ بَنِي لَيْثٍ إِنَّ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ يَأْثُرُ هَذَا عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي رِوَايَةِ قُتَيْبَةَ فَذَهَبَ عَبْدُ اللَّهِ وَنَافِعٌ مَعَهُ وَفِي حَدِيثِ ابْنِ رُمْحٍ قَالَ نَافِعٌ فَذَهَبَ عَبْدُ اللَّهِ وَأَنَا مَعَهُ وَاللَّيْثِيُّ حَتَّى دَخَلَ عَلَى أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ فَقَالَ إِنَّ هَذَا أَخْبَرَنِي أَنَّكَ تُخْبِرُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ بَيْعِ الْوَرِقِ بِالْوَرِقِ إِلَّا مِثْلًا بِمِثْلٍ وَعَنْ بَيْعِ الذَّهَبِ بِالذَّهَبِ إِلَّا مِثْلًا بِمِثْلٍ فَأَشَارَ أَبُو سَعِيدٍ بِإِصْبَعَيْهِ إِلَى عَيْنَيْهِ وَأُذُنَيْهِ فَقَالَ أَبْصَرَتْ عَيْنَايَ وَسَمِعَتْ أُذُنَايَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تَبِيعُوا الذَّهَبَ بِالذَّهَبِ وَلَا تَبِيعُوا الْوَرِقَ بِالْوَرِقِ إِلَّا مِثْلًا بِمِثْلٍ وَلَا تُشِفُّوا بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ وَلَا تَبِيعُوا شَيْئًا غَائِبًا مِنْهُ بِنَاجِزٍ إِلَّا يَدًا بِيَدٍ حَدَّثَنَا شَيْبَانُ بْنُ فَرُّوخَ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ يَعْنِي ابْنَ حَازِمٍ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ قَالَ سَمِعْتُ يَحْيَى بْنَ سَعِيدٍ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ عَنْ ابْنِ عَوْنٍ كُلُّهُمْ عَنْ نَافِعٍ بِنَحْوِ حَدِيثِ اللَّيْثِ عَنْ نَافِعٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ (رواه مسلم

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ قَالَ اللَّهُ ثَلَاثَةٌ أَنَا خَصْمُهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ رَجُلٌ أَعْطَى بِي ثُمَّ غَدَرَ وَرَجُلٌ بَاعَ حُرًّا فَأَكَلَ ثَمَنَهُ وَرَجُلٌ اسْتَأْجَرَ أَجِيرًا فَاسْتَوْفَى مِنْهُ وَلَمْ يُعْطِ أَجْرَهُ (رواه البخاري

[Ust. Ir. Abdul Halim]

You may have missed