Deklarasi ISIS dan Kerinduan Terhadap Khilafah

Deklarasi_Dukung_ISIS-680x365Khilafah, adalah kata yang tidak asing lagi bagi umat Islam. Sekalipun sebagian besar umat Islam masih dicengkeram oleh pemikiran demokrasi, namun kata khilafah mulai terpatri sebagai bentuk sistem yang khas menjadi ciri kaum muslimin. Ketika kelompok Jihad ISIS memproklamirkan wilayah yang dikuasainya dengan nama Khilafah, maka dunia pun bereaksi. Pro kontra terjadi, termasuk dalam tubuh umat sendiri. Bagaimana sebenarnya kedudukan Khilafah di hati umat Islam sendiri? Bagaimana menyikapi Khilafah yang diproklamirkan ISIS? Berikut tanya jawab seputar DEKLARASI ISIS DAN KERINDUAN UMAT TERHADAP KHILAFAH bersama Ustzh. Ir. Lathifah Musa. Beliau adalah Pemimpin Redaksi Majalah Udara Voice Of Islam.

Ustadzah, bagaimana indikasi bahwa Umat Islam rindu akan Khilafah? Beberapa hal bisa menjadi indikasi bahwa sebenarnya tegak Khilafah sangat dirindukan oleh kaum muslimin. Seperti misalnya, pertama, derasnya perjuangan umat Islam untuk menegakkan Khilafah. Walaupun ijtihad tentang metode menegakkan kekhilafahan berbeda-beda, seperti misalnya ada yang dengan perjuangan mengangkat senjata melawan pemimpin-pemimpin boneka AS. Ini seperti yang dilakukan oleh ISIS, Jabhah Nusyroh, dll. Ada juga perjuangan yang tanpa kekerasan dan mengangkat senjata seperti Hizbut Tahrir. Namun ini semua tetap menunjukkan bahwa Umat Islam telah merindukan Khilafah. Kedua, bahkan kelompok mujahidin di Iraq-Suriah langsung memproklamirkan Khilafah. Ini juga sebagai wujud kepentingan/kebutuhan yang sangat terhadap Khilafah. Ketiga, sekalipun Kekhilafahan yang dideklarasikan ISIS masih dalam suasana yang genting untuk mempertahankan karena ada upaya musuh-musuh Islam untuk bersatu melawan ISIS, tetapi tidak ada dari kalangan muslim yang membencinya. Masih banyak Ulama yang mengkritisi bahwa keberadaan Kekhilafahan di Iraq belum memenuhi syarat sebagai Khilafah seluruh kaum muslimin, sebagaimana pendapat dari pemimpin Afghanistan atau ulama sunni di negara lain, namun tidak ada yang membencinya. Keempat, terlepas dari pro dan kontra keberadaan kekhilafahan di Iraq, kenyataannya dukungan dan doa umat senantiasa tercurah kepada para mujahidin di Iraq, Suriah, Palestina, dll. Kelima, Bagi yang berdakwah tanpa kekerasan, maka konferensi-konfrensi terus diselenggaraan untuk menderaskan dukungan terhadap khilafah dan penegakannya. Hal ini dilakukan oleh Hizbut Tahrir hingga saat ini.

Bagaimana kita memandang khilafah yang diproklamirkan ISIS? Selayaknya orang-orang yang beriman, akan bergembira dengan berita kemenangan yang diraih oleh muslim lainnya. Patut disyukuri bahwa mujahidin-mujahidin berhasil mengambil alih kota-kota di Iraq. Semoga Allah SWT terus memberikan kemenangan demi kemenangan kepada para mujahidin. Namun secara umum, umat Islam yang berada di luar wilayah Iraq dan perbatasan Suriah masih terus menanti perkembangan kondisi kekuatan khilafah yang diproklamirkan ISIS. Kondisi kekhilafahan yang ditegakkan ISIS belum memberikan keyakinan 100% telah menjadi kekhilafahan yang eksis dan bisa dibaiat khalifahnya. Hal ini karena memang situasi di Iraq masih krisis. Bahkan line telfon terputus. Keberadaan orang yang dikatakan diangkat sebagai khalifah pun masih dalam posisi yang tidak bebas bergerak di negaranya. Militer ISIS masih menjaga ketat Syaikh Abu Bakar al Baghdady, amir yang mereka angkat, dengan penjagaan berlapis sehingga rakyat Irak pun belum bisa menyaksikan amirnya secara langsung. Khutbah Jumat yang dipublikasikan untuk mengenalkan syaikh al Bagdady secara langsung masih bersifat tertutup dan hanya rekamannya yang tersebar di dunia maya. Dengan demikian kaum muslimin di luar wilayah ISIS, masih belum bisa memastikan keberadaan khilafah.

Bagaimana dengan kelompok-kelompok yang mencela Daulah Islam yang ditegakkan ISIS? Kita tidak boleh saling mencela apalagi meremehkan kelompok muslim yang lain. Kalaupun tidak setuju, maka hal ini bisa disampaikan sekedar kritik, saran dan argumentasi saja serta mendoakan supaya kelompok mujahidin dapat memperbaiki kelemahan-kelemahannya. Bagaimanapun kemenangan mereka adalah kemenangan kaum muslimin. Penderitaan muslim di belahan bumi yang lain juga adalah penderitaan kita. Kaum muslimin itu bersaudara dan harus saling mendoakan untuk kebaikan. “Innamal mukminuuna ikhwah, faashlihuu baina akhawaikum. “

Bagaimana dengan pendapat bahwa kekhilafahan yang dibut ISIS adalah bagian dari konspirasi AS untuk memecah belah umat? Bisa jadi musuh-musuh Islam berkonspirasi untuk menghancurkan Islam dan menyerang kaum muslimin. Bisa jadi juga mereka memanfaatkan isu khilafah itu untuk memecah belah umat. Tetapi kejadian dan peristiwa demi peristiwa tidak bisa direkayasa. Adakah bukti bahwa kemenangan mujahidin merebut beberapa kota dengan pengorbanan terbesar itu adalah hasil rekayasa? Tidak ada bukti yang menguatkan bahwa mujahidin itu di bawah rekayasa musuh-musuh Islam. Kita sebagai orang beriman harus juga meyakini: Wa makarru wa makarallahu wallaahu khairul maakirin. Mereka orang-orang kafir membuat makar dan Allah juga membuat makar, dan Allah adalah sebaik-baik pembuat makar.

AS dan sekutunya selalu menggulirkan konspirasi. Namun tidak sulit bagi Allah SWT untuk menghanurkan dan menandinginya. Tidak sulit bagi Allah SWT mengalahkan makar musuh-musuh Islam. Dalam hal ini, menjadi hak Allah SWT untuk menentukan kelompok-kelompok mana yang mendapat kemenangan.

Apa sikap yang harus kita ambil?

(1)   Mendoakan para mujahidin, para pejuang Islam, para pengemban dakwah Islam agar Allah SWT memberikan kemenangan kepada mereka
(2)   Berdoa agar kita diberi keteguhan untuh tetap menggenggam Islam sampai mati, dan agar kita diberi kemudahan untuk mengambil sikap yang benar.
(3)   Bersyukur dan bergembira atas kemenangan-kemenangan yang telah dikaruniakan Allah SWT kepada kaum muslimin
(4)   Tidak saling mencela, yang penting masing-masing berbuat yang terbaik untuk umat atas peluang dan potensi yang dkaruniakan Allah SWT terhadap dirinya
(5)   Tetap berdakwah dimana pun berada dan berharap agar kita bisa menjadi golongan mujahidin yang berjuangan untuk kemuliaan Islam dan kaum muslimin.[]

*gambar dari sini

Tags:
author

Author: 

One Response

  1. author

    syamsbahrisunsea3 years ago

    Barakallahu fiki ya Ustadzah… wa jazakillahu khair…

    Reply

Leave a Reply