Miss World, Sukses Pornografi Indonesia!

tolakmwMEDIAISLAMNET.Com — Pulau Bali, telah siap menyambut Miss World. Bahkan ritual paganisme pun digelar agar dewa-dewa mereka bersedia menjaga keberlangsungannya. Kalangan liberal, para kapitalis, kaum hedonis dan materialistis sudah mulai pasang badan dan menggulirkan strategi. Bagi mereka, sukses Miss World adalah sukses pornografi di Indonesia. Ini bukan masalah perbedaan pendapat dalam soal budaya. Ini pertarungan antara kebenaran dan kebathilan, kehormatan dan kenistaan. Bisa jadi Indonesia adalah negeri berpenduduk muslim terbesar di dunia yang menjadi tuan rumah pertama kontes pronografi berkedok putri kecantikan dunia. Menyedihkan! Kita tentu berharap bencana tidak semakin bertabur di negeri ini.

 

Miss World dan Kontes Bikini

Aslinya, Kontes Miss World diselenggarakan untuk mempopulerkan bikini. Diprakarsai pertama kali oleh Eric Morley tahun 1951 di Inggris. Setelah kematiannya tahun 2000, Istri Morley, Julia Morley menggantikannya sebagai ketua.

Antara Miss World dengan bikini memang sulit terpisahkan. Bikini identik dengan busana pantai. Gelar yang dipandang cukup prestisius bagi para kontestan adalah Beach Beauty. Sejak tahun 2003 hingga sekarang gelar ini masih diperebutkan. Selain Beach Beauty memang ada Miss Talent, Miss Sport, Beauty with a Purpose, Top Model,  Multimedia Award; People’s Choice; Congeality ; Contestants Choice. Namun sudah menjadi pemahaman umum bahwa Beach Beauty termasuk penentu keberhasilan Miss World.

Kini kontes kecantikan dunia edisi ke-63 ini, rencananya akan diselenggarakan tanggal 28 September 2013 di Jakarta & Bali, Indonesia. Karantina  kontestakan dari berbagai negara ini akan dilaksanakan di Nusa Dua, Bali sementara malam penobatan akan dilaksanakan di Sentul International Convention Center, Bogor, Indonesia. Lebih dari 130 kontestan akan menghadiri acara ini. Miss World 2012 terpilih, Yu Wenxia dari Republik Rakyat Cina akan memahkotai penerusnya di akhir acara.

Indonesia Negeri Muslim Tuan Rumah Pertama?

Banggakah Indonesia? Mestinya tidak. Hingga kini, rencana penyelenggaraan Miss World masih menuai kontroversi. Tantangan keras dalang dari umat Islam, sebagai mayoritas penduduk di Indonesia.

MUI menolak keras. Kontes Miss World jelas-jelas menjadi ajang wanita mengumbar aurat, seperti yang sudah diselenggarakan di berbagai negara. MUI pun menyatakan bahwa acara itu dianggap tidak sopan dan melanggar norma-norma agama.

Bagi umat Islam, penyelenggaraan Miss World ini sangat mencederai  dan menodai umat Islam di Indonesia, demikian menurut Ust. Muhyidin dari MUI. Selama ini kontes Miss World selalu diselenggarakan di negara-negara Barat yang notabene masyarakatnya bukan muslim. Seperti beberapa kali di Inggris, beberapa kali di RRC, di Afrika Selatan, dan baru kali di Indonesia.

Selama ini, Pulau Bali tidak terlalu merepresentasikan mayoritas penduduk Indonesia. Benar bahwa Bali adalah pintu pariwisata terbesar di Indonesia. Namun di sinilah masalahnya. Di Bali,  sudah lama masyhur dengan kebebasan berpakaiannya. Turis-turis berkeliaran hanya dengan pakaian yang cocok hanya untuk pakaian dalam. Di beberapa pantainya pun topless (tanpa penutup dada bagi wanita) tidak dipersoalkan.

Bagi penyelenggara penyelenggara Miss World internasional, sukses besar bila Indonesia bersedia menjadi tuan rumah. Keberhasilan yang menampar wajah negeri-negeri muslim lainnya, karena Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

 

Alasan Pariwisata, Ketaqwaan Pun Tergadai!

Satu alasan pejabat terkait kebolehan ijin yang mereka keluarkan untuk penyelenggaraan Miss World adalah selalu soal keuntungan Indonesia di bidang pariwisata. Padahal promosi pariwisata tidak harus mengadaikan aqidah dan ketaqwaan sebagai seorang muslim.

Memanfaatkan ajang pornografi untuk menjaring wisatawan dan memperkenalkan obyek-obyek wisata di Jawa Barat, sangatlah rawan menuai bencana. Apalagi sampai mengatakan asal tidak berbikini silakan saja. Silakan mengenakan kebaya.

Masalahnya, standar budaya ketimuran itu masih relatif. Kebaya pun tampak seksi, karena mempertontonkan lekuk tubuh, mulai dari leher, dada, pinggang langsing dan pinggul.

Di saat muslimah mulai beralih kepada busana muslimah sesuai syariat, maka standar Islam harus selalu dipopulerkan. Aurat bagi wanita adalah seluruh tubuh, kecuali wajah dan telapak tangan.

Membudayakan ajang semacam Miss World akan melunturkan rasa malu, mentoleransi menanggalkan busana satu persatu, membiasakan diri dengan pornografi terselubung, menempatkan materialistis dan hedonis sebagai yang tertinggi, takut celaan negara-negara kuffur karena menolak Miss World. Bila rasa takut telah tumbuh dalam hati, maka takut hanya kepada Allah akan pergi. Maka di sinilah bencana sesungguhnya akan terjadi. Keimanan kita telah tergadai. Wallahu A’lamu Bish Shawab. [LM]

*gambar dari sini

Tags:
author

Author: