Tuesday, 22 September 2020

MediaIslamNet

Portal Opini dan Solusi Islami

Nabi Isa’ Tuhan?

Anda, wahai Muhammad di Sanggau telah “terlalu berani dan lancang” dengan memposisikan Nabi Isa layaknya Tuhan seperti anda katakan dalam sms

 

Ilustrasi | Seorang lelaki sedang membaca al-Quran

Tanya:

dari +6285252169xxx : Ass. Wr. Wb… Saya Muhammad di Sanggau Kalbar. Menurut saya redaksi Voice of Islam hrs pelajari lagi Al-quran krna bnyak yg saya dngar kutipan2 yg dipakai tdk benar. Agama tdk bisa menjamin manusia ke surga tapi Nabi Isa AS (Yesus) adl jaminan krna Dia Rohullah yakni manusia ilahi (Al-Annas). Wassalam.

Jawab:
Muhammad di Sanggau Kalbar, Al-Quran memastikan bahwa Islam (دِيْنُ الإِسْلاَمِ) adalah satu-satunya اَلدِّيْنُ (yang diterjemahkan secara salah menjadi “agama”) yang benar, sempurna dan pasti diterima oleh Allah SWT :
إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ (آل عمران : 19)

Sungguh din yang benar menurut Allah adalah Islam dan orang-orang yang diberikan kepada mereka Kitab (Taurah dan Injil) tidak berselisih kecuali setelah datang kepada mereka ilmu yang menjelaskan persoalan di antara mereka dan siapa saja yang kufur terhadap ayat-ayat Allah maka sungguh Allah sangat cepat dalam hisab (QS Ali Imron [3]: 19)

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ (آل عمران : 85)
Dan siapa saja yang mencari din selain Islam maka tidak akan pernah diterima darinya dan dia di akhirah adalah menjadi orang-orang yang merugi (QS Ali Imron [3]: 85)

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا (المائدة : 3)
Pada hari ini Aku (Allah) telah menyempurnakan din kalian bagi kalian dan telah Aku cukupkan nikmat Ku bagi kalian dan telah Aku ridlai Islam sebagai din bagi kalian (QS al-Maaidah [5]: 3)

Oleh karena realitas Islam itulah maka Allah SWT mewajibkan umat Islam masuk ke dalam Islam secara utuh (كَافَّةً) dan mengharamkan mereka mengikuti kekufuran:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ (البقرة : 208)
Wahai orang-orang yang beriman masuklah kalian ke dalam Islam secara utuh dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah syetan karena dia (syetan) adalah musuh yang sebenarnya bagi kalian (QS al-Baqarah [2]: 208)

Mengapa demikian? Tentu saja sebab seluruh ketentuan yang ada dalam Islam adalah perintah dan larangan Allah SWT, dan siapa saja yang melaksanakan dan memberlakukan Islam secara utuh dalam arena kehidupan manusia di dunia, maka dapat dipastikan itu adalah bukti dari ketaatan orang tersebut kepada Allah SWT juga Rasulullah Muhammad saw :
وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ (النساء : 13)
Dan siapa saja yang mentaati Allah dan rasul Nya, pastilah Dia (Allah) akan memasukkan orang tersebut ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai dari bawahnya, mereka pasti kekal di dalamnya dan itulah balasan yang luar biasa (QS an-Nisaa [4]: 13)

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ وَمَنْ يَتَوَلَّ يُعَذِّبْهُ عَذَابًا أَلِيمًا (الفتح : 17)
Dan siapa saja yang mentaati Allah dan rasul Nya, pastilah Dia (Allah) akan memasukkan orang tersebut ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai dari bawahnya, dan siapa saja yang berpaling (tidak taat) pastilah Dia (Allah) akan mengadzab orang tersebut dengan adzab yang pedih

Adapun tentang Nabi Isa as, Al-Quran memastikan bahwa beliau adalah Nabi dan Rasul yang menerima wahyu Allah SWT dalm bentuk Injil, hanya itu tidak lebih dan tidak kurang. Bahkan Allah SWT memastikan bahwa Nabi Isa maupun Ibunya yakni Maryam bintu Imran adalah manusia biasa :
لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ قُلْ فَمَنْ يَمْلِكُ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا إِنْ أَرَادَ أَنْ يُهْلِكَ الْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَأُمَّهُ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا يخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (المائدة : 17)
Sungguh telah kufur orang-orang yang berkata bahwa Allah adalah Al-Masih bin Maryam. Katakanlah (oleh mu Muhammad) : lalu siapa yang memiliki sesuatu kekuatan dari Allah jika Dia (Allah) berkehendak untuk memusnahkan Al-Masih bin Maryam dan ibunya juga siapa saja yang ada di bumi seluruhnya. Dan milik Allah seluruh kerajaan langit dan bumi dan segala apa yang ada di antaranya. Dia (Allah) menciptakan segala sesuatu sesuai yang Dia kehendaki dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu (QS al-Maaidah [5]: 17)

مَا الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ وَأُمُّهُ صِدِّيقَةٌ كَانَا يَأْكُلَانِ الطَّعَامَ انْظُرْ كَيْفَ نُبَيِّنُ لَهُمُ الْآيَاتِ ثُمَّ انْظُرْ أَنَّى يُؤْفَكُونَ (المائدة : 75)
Al-Masih bin Maryam tiada lain adalah hanya seorang Rasul. Telah berlalu sebelum dia banyak Rasul dan ibunya adalah wanita yang benar. Keduanya makan makanan, maka perhatikanlah bagaimana Kami (Allah) menjelaskan kepada mereka ayat-ayat Kami lalu perhatikanlah bagimana mereka akan memutuskan (QS al-Maaidah [5]: 75)

Anda, wahai Muhammad di Sanggau telah “terlalu berani dan lancang” dengan memposisikan Nabi Isa layaknya Tuhan seperti anda katakan dalam sms … krna Dia Rohullah yakni manusia ilahi (Al-Annas). Padahal Allah SWT telah menegaskan bahwa Nabi Isa dan ibunya adalah manusia biasa dan bukan Tuhan kedua serta ketiga selain Allah SWT :
وَإِذْ قَالَ اللَّهُ يَاعِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ ءَأَنْتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّيَ إِلَهَيْنِ مِنْ دُونِ اللَّهِ قَالَ سُبْحَانَكَ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِي بِحَقٍّ إِنْ كُنْتُ قُلْتُهُ فَقَدْ عَلِمْتَهُ تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلَا أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ(116)مَا قُلْتُ لَهُمْ إِلَّا مَا أَمَرْتَنِي بِهِ أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ وَكُنْتُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا مَا دُمْتُ فِيهِمْ فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِي كُنْتَ أَنْتَ الرَّقِيبَ عَلَيْهِمْ وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ (المائدة : 116-117)
Dan ingatlah ketika Allah berkata: wahai Isa bin Maryam, apakah kamu berkata kepada manusia: jadikanlah oleh kalian aku dan ibuku sebagai dua tuhan selain Allah. Dia (Isa) berkata: Mahasuci Engkau, adalah tidak pantas bagi saya untuk berkata apa-apa yang bukan haq saya. Jika saya memang mengatakannya maka sungguh Engkau pasti mengetahuinya karena Engkau mengetahui apa-apa yang ada dalam diri saya dan saya tidak tahu apa pun yang ada dalam Engkau, sungguh Engkau Maha Mengetahui yang ghaib. Saya tidak berkata apa pun kepada mereka kecuali apa-apa yang telah Engkau perintahkan kepada saya yakni taatlah kalian kepada Allah Rab saya dan Rab kalian, dan saya memang menyaksikan mereka selama saya ada di tengah-tengah mereka, lalu ketika Engkau telah mewafatkan saya maka Engkaulah yang sangat dekat kepada mereka dan Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu (QS al-Maaidah [5]: 116-117)

[Ust. Ir. Abdul Halim]

You may have missed