Mau Masuk Islam Tapi Nawar

Pertanyaan:

Dari +628583264xxxx : As. Sya dewi d’ m. E atau d’rSs ltri sya mw ny. Msaly. Ada se0rng kristn tp ia gk pRcy. M agm apapN trmSk agma krisn lalu sya tny. Smpi kpn qmu bgINI ia mNjwb smpi sya mndptkn suatu pRitw. Sy. Mw ny. BgimN.cr ia b’r dia pRcy. M agm. Islm? Soaly. Kt dia kLAu dia prcy. Dia akn jd orng islm Tlng d’jwb skrng ya ustd dan trima kasih Wslm

Jawaban:

Posisi tawar menawar untuk meraih iman kepada Islam seperti ini adalah bahaya dan tidak akan pernah berakhir dengan benar, sebab sepenuhnya diawali dengan pertimbangan kepentingan alias naluriah manusiawi serta diberlangsungkan juga dengan asas kepentingan tersebut. Jadi anda (Dewi) wajib melepaskan diri dari realitas yang salah nan keliru tersebut. Jika pun anda akan menjadikan temannya tersebut keluar dari statusnya sebagai Kristiani lalu masuk ke dalam Islam, maka wajib bagi anda untuk mengajak dia menggunakan aqalnya.

Ajaklah dia untuk secara terbuka mengkritisi realitas Tuhan dalam Kristen yakni triniti. Cobalah ajukan pertanyaan menggelitik kepadanya : jika Tuhan beristri dan beranak lalu apa bedanya dengan makhluq yakni manusia? Jika Tuhan meminta makhluknya untuk melakukan penebusan tertentu termasuk menjadikan “sang anak” menebus dosa seluruh manusia lainnya, maka apa bedanya sikap tersebut dengan sikap manusia?

Tentu saja, seluruh jawabannya memastikan bahwa apakah dia dalam statusnya sebagai Kristiani itu bersifat dogma dan doktrinal, ataukah menggunakan aqal. Jika dia ngotot dan bersikukuh bahwa konsep triniti adalah benar walau sudah terbukti salah secara mendasar dengan pembuktian aqliyah, maka anda wajib meninggalkan dia dan membiarkan dia untuk tetap dalam agamanya. Hal itu karena tidak akan pernah ada aspek bagusnya sedikit apa pun saat dia masuk Islam sebab hanya akan membawa kebiasaan salahnya selama di Kristen itu saat dia sudah masuk Islam. Tegasnya tidak ada gunanya sama sekali membiarkan dia masuk Islam dengan kebiasaan dogmatis dan doktrinal, sebab hanya akan menambah koleksi umat Islam yang tidak peduli terhadap Islam atau main-main dalam Islam.

Namun jika dia memutuskan untuk menolak konsep triniti karena terbukti secara aqliy salah maka adalah sebuah keistimewaan jika anda berhasil menjadikannya bersedia masuk ke dalam Islam secara sukarela dan dengan satu-satunya pertimbangan yakni Islam adalah benar. Inilah yang dimaksudkan oleh pernyataan Allah SWT :

وَقُلِ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكُمْ فَمَنْ شَاءَ فَلْيُؤْمِنْ وَمَنْ شَاءَ فَلْيَكْفُرْ (الكهف : 29)

Dan katakanlah olehmu (Muhammad) al-haq itu adalah dari Rab kalian, maka siapa saja yang mau berimanlahdan siapa saja yang mau kafirlah

Bagian ayat فَمَنْ شَاءَ فَلْيُؤْمِنْ dan وَمَنْ شَاءَ فَلْيَكْفُرْ dengan menggunakan lafadz شَاءَ memastikan bahwa keputusan seseorang untuk beriman atau kufur sepenuhnya diserahkan kepada dirinya masing-masing dengan menggunakan aqal berdasarkan informasi pasti yang diberikan oleh Allah SWT bahwa Islam adalah benar : وَقُلِ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكُمْ.[Ust. Ir. Abdul Halim]

Rate this article!
Tags:
author

Author: