Thursday, 24 September 2020

MediaIslamNet

Portal Opini dan Solusi Islami

Mati Gantung Diri Tidak Dishalatkan

Berdasarkan hadits pertama dan kedua dapat dipahamkan bahwa seorang muslim yang bunuh diri maka status kemusliman dia hilang dan jatuh jadi kafir.

Pertanyaan:

Dari +628528955xxxx : ASLMUAKUM. DI KMPUNG SYA ADA YG MT GNTUNG DIRI KNP GK BSA DI SEMBYANGKN,

Jawaban:

Banyak dalil yang berkaitan dengan bunuh diri antara lain :

عَنْ ثَابِتِ بْنِ الضَّحَّاكِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَمَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِحَدِيدَةٍ عُذِّبَ بِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ (رواه البخاري)

Dari Tsabit bin Dlahhak ra dari Nabi saw berkata siapa saja yang bunuh diri dengan besi pasti diadzab dengan besi itu di neraka jahannam.

 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ تَرَدَّى مِنْ جَبَلٍ فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَهُوَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ يَتَرَدَّى فِيهِ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا وَمَنْ تَحَسَّى سُمًّا فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَسُمُّهُ فِي يَدِهِ يَتَحَسَّاهُ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا وَمَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِحَدِيدَةٍ فَحَدِيدَتُهُ فِي يَدِهِ يَجَأُ بِهَا فِي بَطْنِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا (رواه البخاري)

Dari Abu Hurairah ra dari Nabi saw berkata: siapa saja yang menjatuhkan diri dari gunung lalu dirinya terbunuh dengan itu maka dia ada di neraka jahanam dijatuhkan ke dalamnya kekal di sana untuk selamanya, dan siapa saja yang menenggak racun lalu terbunuh dirinya dengan racun itu maka dia akan diadzab dengan racun di tangannya dalam neraka jahanam kekal di dalamnya untuk selamanya, dan siapa saja yang bunuh diri dengan besi maka besi itu akan ada di tangannya menghunjam ke perutnya di neraka jahanam kekal di sana untuk selamanya.

 

عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ أَنَّ رَجُلًا قَتَلَ نَفْسَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ (رواه الترمذي)

Dari Jabir bin Samurah bahwa seseorang telah bunuh diri maka Nabi saw tidak bersedia shalat jenazah untuk orang tersebut.

 

عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُخْبِرَ أَنَّ رَجُلًا قَتَلَ نَفْسَهُ قَالَ إِذَنْ لَا أُصَلِّيَ عَلَيْهِ (رواه احمد)

Dari Jabir bin Samurah bahwa Nabi saw diberi kabar bahwa ada seseorang yang bunuh diri. Beliau berkata : jika begitu aku tidak akan shalat jenazah baginya.

Berdasarkan hadits pertama dan kedua dapat dipahamkan bahwa seorang muslim yang bunuh diri maka status kemusliman dia hilang dan jatuh jadi kafir. Hal ini ditunjukkan oleh bagian hadits : خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا, sehingga umat Islam haram melakukan shalat jenazah bagi orang itu karena dia telah kafir.

Ketentuan yang dapat dipahamkan dari hadits pertama dan kedua tersebut ternyata ditunjukkan secara manthuq (tekstual) oleh hadits ketiga dan keempat yakni ucapan dan sikap Rasulullah saw saat ada orang bunuh diri:

فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ dan إِذَنْ لَا أُصَلِّيَ عَلَيْهِ.

[Ust. Ir. Abdul Halim]

You may have missed