Thursday, 17 September 2020

MediaIslamNet

Portal Opini dan Solusi Islami

Kesiangan Shalat Shubuh

Waktu pelaksanaan shalat subuh adalah sejak terbit fajar hingga sebelum matahari terbit di ufuk timur.

Tanya:

Asslm wr wb. Ni aq AHMAD FAUZI,DR GORONTALO (SULUT)UMUR 27 TH.MAHA SISWA IAIN SULTAN AMAI GORONTALO. MAU MENANYAKAN  tntang Solat subuh stlh trbit MATAHARI. Kebiasaan bngun jm 6 .blm wuduk slsai mthri dh trbit. Apakh dia lgsung slt subuh atw dia qadak. Skian .wslm [+6281234801xxx]

Jawab:

Ahmad Fauzi di Gorontalo, waktu pelaksanaan shalat subuh adalah sejak terbit fajar hingga sebelum matahari terbit di ufuk timur. Ketika anda bangun tidurnya sangat terlambat hingga hampir terbit matahari, maka shalat subuhnya baru dapat dilaksanakan secara qadla yakni dengan memastikan apakah matahari telah terbit sempurna ataukah belum. Jika telah terbit sempurna yang ditandai dengan seluruh piringan matahari telah berada di atas ufuk timur, maka saat itulah anda mengqadla shalat subuh. Hal itu karena haram melaksanakan shalat bersamaan dengan proses terbitnya matahari mulai dari tanduk bagian atas hingga tanduk bagian bawahnya dan itu dapat berlangsung lama mungkin lebih dari sepuluh menit. Hal ini ditunjukkan oleh hadits Rasulullah saw :

عَنْ مُوسَى بْنِ عَلِيِّ بْنِ رَبَاحٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبِي يَقُولُ سَمِعْتُ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ الْجُهَنِيَّ يَقُولُ ثَلَاثُ سَاعَاتٍ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْهَانَا أَنْ نُصَلِّيَ فِيهِنَّ أَوْ نَقْبُرَ فِيهِنَّ مَوْتَانَا حِينَ تَطْلُعُ الشَّمْسُ بَازِغَةً حَتَّى تَرْتَفِعَ وَحِينَ يَقُومُ قَائِمُ الظَّهِيرَةِ حَتَّى تَمِيلَ وَحِينَ تَضَيَّفُ الشَّمْسُ لِلْغُرُوبِ حَتَّى تَغْرُبَ (رواه النسائي

Dari Musa bin Ali bin Rabaah berkata saya telah mendengar bapak saya berkata : saya telah mendengar ‘Uqbah bin ‘Amir Al-Juhaniy berkata : ada tiga waktu yang Rasulullah saw melarang kami melaksanakan shalat atau menguburkan kematian kami : ketika matahari tengah terbit bersinar terang hingga betul-betul tinggi dan ketika matahari berada di tengah-tengah lengkung langit hingga tergelincir ke barat dan ketika matahari tengah berjalan untuk tenggelam hingga tenggelam sepenuhnya (HR an-Nasaa’i)

[Ust. Ir. Abdul Halim]

You may have missed