Surat al-Waqi’ah dan Kemudahan Rejeki

Tanya:

Aslmwrb. Voice of islam, kata orang klw mau gampang rezeqi, baca surat al waqi’ah, bukankah kita beramal mencari ridho ALLAH semata tanpa pamrih sebab rezeqi ALLAH yg menentukan. Mkasih ustad. KARNO. BENGKU LU. 25th. (+6281313004xxx)

Jawab:

‘alaikumussalam wr wb

Karno di Bengkulu, membaca Al-Quran adalah ibadah seperti halnya shalat lima waktu, shaum Ramadlan, haji dan sebagainya, sehingga nilainya adalah nilai pahala (اَلْقِيْمَةُ الرُّوْحِيَةُ) di sisi Allah SWT dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan nilai materi (اَلْقِيْمَةُ الْمَادِّيَةُ) misalnya mem-permudah meraih harta atau agar dagangnya selalu untung.

Islam telah menetapkan aturan main yang wajib digunakan oleh setiap muslim ketika dia akan mencari harta untuk memperolehnya dan inilah yang disebut dengan sebab-sebab kepemilikan harta (اَسْبَابُ تَمَلُّكِ الْمَالِ) yang mencakup:

a.       اَلْعَمَلُ (bekerja)

b.      اَلإِرْثُ (warisan)

c.       اَلْحَاجَةُ اِلَى الْمَالِ لأَجْلِ الْحَيَاةِ (kebutuhan terhadap harta untuk mempertahankan kehidupan)

d.      اِعْطَاءُ الدَّوْلَةِ مِنْ اَمْوَالِهَا لِلرَّعِيَّةِ (pemberian negara dari hartanya kepada rakyat)

e.       اَلأَمْوَالُ الَّتِيْ يَأْخُذُهَا الأَفْرَادُ دُوْنَ مُقَابِلِ مَالٍ اَوْ جُهْدٍ (harta yang diperoleh seseorang tanpa korbanan harta maupun tenaga)

Bekerja (اَلْعَمَلُ) meliputi enam keadaan :

a.       menghidupkan tanah mati (اِحْيَاءُ الْمَوَاتِ)

b.      berburu (اَلصَّيْدُ)

c.       perantara atau makelar (اَلسَّمْسَرَةُ وَالدَّلاَلَةُ)

d.      bagi hasil (اَلْمُضَارَبَةُ)

e.       penyiram tanaman di kebun orang lain (اَلْمَسَاقَاةُ)

f.       bekerja kepada orang lain dengan upah (اَلْعَمَلُ لِلآخَرِيْنَ بِأَجْرٍ)

Oleh karena jika seorang muslim mencari kepemilikan terhadap harta untuk dirinya dengan menggunakan salah satu sebab Islami tersebut, maka dapat dipastikan akan berhasil dan harta yang diperolehnya adalah harta yang halal. Namun tentu saja, seluruh ketentuan Islam tersebut hanya dapat berjalan dengan mulus, baik dan berhasil guna jika dan hanya jika wadah kehidupan umat Islam di dunia adalah Khilafah Islamiyah dan bukan negara kebangsaan seperti saat ini termasuk di Indonesia. [Ust. Ir. Abdul Halim]

Tags:
author

Author: