Thursday, 19 November 2020

MediaIslamNet

Portal Opini dan Solusi Islami

Mimpi Basah, Haruskah Mandi Sebelum Shalat?

Keluar sperma karena bermimpi basah menyebabkan seseorang berhadats besar. Oleh karena itu, jika seseorang berhadats besar lalu ia shalat tanpa bersuci (mandi) maka shalatnya tidak sah dan harus diulang.

Tanya:

Assalamu alaikum. dari rahman d mamuju, oy ustad bila kita brmim basah, sedangkan kita mau sholat subuh apa kita harus mandi dulu, atau bisa langsung ngerjakan sholat tnpa mandi, maksi wassalam. (08134XXX)

Ass, pk ustad’ ak asep dari bogor 27 thn’ apa hkum ny’ klw kita mmpi bsah’ tpi lom mndi junub’ tpi kta mlkukan shlt’ apa hkum ny’. (081360xxx)

Jawab:

Alaykumus salaam wr. wb.

Mimpi Basah (ihtilam) adalah mimpi bersetubuh. Biasanya ketika bangun didapati celana atau sarungnya basah oleh sperma pada laki-laki atau lendir vagina pada perempuan. Mimpi basah biasa terjadi pada laki-laki atau perempuan yang sudah dewasa. Pada ABG mimpi basah menjadi tanda bahwa dirinya sudah baligh (dewasa).

Dari Ummu Salamah ra:

“Bahwa Ummu Sulaim berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah tidak malu mengenai kebenaran! Wajibkah perempuan itu mandi bila ia bermimpi?”

Jawab Nabi, “Ya, bila ia melihat air (sperma atau lendir vagina, red).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jadi jika setelah mimpi basah, seseorang mendapati kemaluannya mengeluarkan sperma (bagi laki-laki) atau lendir vagina (bagi perempuan), baik ketika ia masih di tempat tidur maupun ketika turun berjalan dari tempat tidur, maka wajib baginya untuk mandi jika ia akan shalat.

Sebaliknya jika setelah mimpi basah, ia tidak mendapati kemaluannya mengeluarkan sperma atau lendir vagina, maka ia tidak wajib mandi jika ia akan shalat.

Shalat tanpa bersuci, baik suci dari hadats kecil maupun hadats besar, tentu saja tidak akan diterima Allah.

Nabi saw bersabda:

Laa yaqbalullaaHu shallaatan bighayri thaHuurin…

Artinya:

Allah tiadalah menerima shalat tanpa bersuci… (HR. Jama’ah kecuali Bukhari)

Keluar sperma karena bermimpi basah menyebabkan seseorang berhadats besar. Oleh karena itu, jika seseorang berhadats besar lalu ia shalat tanpa bersuci (mandi) maka shalatnya tidak sah dan harus diulang. [UMAR ABDULLAH]

You may have missed